JABAR EKSPRES – Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya turut merespon program hibah kompetitif yang rutin dikucurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.
Menurutnya program itu cukup dibutuhkan masyarakat, tetapi memang perlu ada perbaikan di beberapa aspek.
Pria yang akrab dipanggil Gus Ahad itu menguraikan, hibah merupakan program yang memiliki nomenklatur cukup lebar. Hibah juga merupakan penyaluran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kepada baik lembaga pemerintahan maupun non pemerintah hingga ke masyarakat langsung.
Baca Juga:Tragis, Lansia di Sukabumi Akhiri Hidup dengan Gantung DiriPola Pembangunan dan Daya Dukung Semrawut, DPRD Kota Bandung Genjot Perampungan Raperda PPLH
“Bantuan Operasional Sekolah (BOS) itu juga hibah, bantuan untuk asrama haji itu juga hibah. Bagi kami hibah itu juga program yang dibutuhkan masyarakat,” jelasnya kepada Jabar Ekspres, Jumat (23/02).
Namun Gus Ahad juga mengakui bahwa proses dan penyaluran dana hibah secara umum memang butuh perbaikan.
Utamanya program hibah yang tidak melalui proses teknokratis tapi lebih ada unsur kepentingan politis.
“Contoh hibah ke instansi vertikal untuk bangun musala, kadang itu lebih kebutuhan politis. Atau hibah melalui program pokok-pokok pikiran rakyat, itu juga ada unsur politis,” ujarnya.
Perlu Disosialisasikan lebih Masif
Khusus pada hibah kompetitif, Gus Ahad cukup mengapresiasi program yang rutin digelontorkan Pemprov Jabar tersebut.
Menurutnya, program itu cukup memberikan andil masyarakat untuk terlibat langsung dalam pembangunan dengan cara ikut menyampaikan usulan program.
Usulan yang masuk juga tidak sembarangan diterima, tetapi diseleksi oleh tim yang kompeten atau profesional. Program itu juga memiliki semangat atau tema yang jelas dalam hal pembangunan.
Baca Juga:Anggota DPRD KBB Inen Sutisna Meninggal Dunia saat Kunker di BaliSempat Tertutup Longsor, Jalur Cipatat-Saguling Sudah Bisa Dilalui Kendaraan
Mulai dari soal ekonomi, kesehatan hingga kebencanaan. “Ini terobosan bagus, patut diapresiasi,” katanya.
Gus Ahad menjabarkan, dari data yang masuk, masyarakat juga nampak antusias mengusulkan agar bisa mendapat kucuran dari program hibah kompetitif itu. Pada 2023 misalnya, ada 201 usulan kegiatan yang masuk dengan total anggaran tembus Rp 97,328 miliar.
Kemudian pada 2024, tercatat ada 101 usulan kegiatan yang masuk dengan anggaran tembus Rp 104,250 miliar. Dari usulan itu, TIP2K merekomendasikan 43 kegiatan dengan anggaran total Rp 19,2 miliar.
