“Kepada ahli waris atau ibu atau suami istri yang ditinggalkan oleh almarhum atau almarhumah, semoga Allah memberikan kesabaran, ketabahan, sampaikan salam hormat saya kepada keluarga ahli waris dan para petugas penyelenggara pemilu yang hingga saat ini masih menjalankan tugasnya,” ucap Kang DS, sapaan Dadang Supriatna.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Bandung Syam Zamiat Nursyamsi menambahkan, banyaknya petugas KPPS dan Bawaslu yang sakit atau bahkan meninggal dunia itu akibat mereka kelelahan dalam menjalankan tugas.
“Iya mungkin karena kelelahan, terlebih bagi KPPS yang melakukan pungut hitung suara baik siang maupun malam hari,” ungkapnya di lokasi yang sama.
Baca Juga:Bawaslu Jabar Rekomendasikan 58 TPS untuk PSU PSLTanggapi Kosongnya Beras di Toko Retail, Ini Penjelasan Pemkot Bandung
Disisi lain, Syam juga berterima kasih kepada Pemkab Bandung khususnya dalam hal pemberian santunan bagi ahli waris.
“Santunan ini adalah bukti atensi kepada teman-teman penyelenggara pemilu,” kata Syam.
Sementara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojongsoang Kabupaten Bandung Rizal Darikusumah menyebut jika ssbanyak 19 petugas yang terdiri 16 orang dari KPU dan 3 dari Bawaslu masing-masing mendapatkan santunan Rp 42 juta.
“Ada 16 orang dari KPU dan 3 orang dari Bawaslu yang mendapatkan santunan meninggal dunia dari BPJS Ketenagakerjaan. Masing-masing ahli waris mendapat santunan meninggal dunia Rp42 juta, sehingga total santunan mencapai Rp798 juta,” ungkapnya.
Tak lupa dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bandung atas dukungan yang luar biasa diberikan kepada masyarakat Kabupaten Bandung khususnya para petugas penyelenggara pemilu yang mengalami sakit maupun meninggal dunia. (Agi)
