JABAR EKSPRES – Mengungkap Skema Investasi Bodong yang kembali menjadi sorotan dengan munculnya Aplikasi GSBA dengan menggelar kompetisi amal.
Aplikasi GSBA, yang dianggap sebagai investasi bodong dengan skema ponzi yang berbahaya ini, telah memperluas jaringannya dengan membuka banyak kantor cabang dan menggunakan influencer seperti youtuber dan tiktokers untuk memperluas pangsa pasar mereka.
Namun, di balik lapisan kebaikan yang dihadirkan dalam kompetisi ini, terselip skema investasi bodong yang sangat berbahaya.
Baca Juga:7 Pilihan Hp RAM 8/256 GB Terbaik di Harga 2 Jutaan, Cocok untuk Tahun 2024Aplikasi Investasi Makmur yang Resmi dan Aman untuk Jangka Panjang untuk Pemula
Dilihat dari sejarahnya, investasi bodong seperti GSBA selalu berusaha meyakinkan calon korban dengan modus yang canggih.
Mereka menggunakan investasi emas sebagai kedok, dengan mengatasnamakan diri mereka sebagai broker emas dan perak Australia. Namun, kebenaran legalitas mereka menjadi tanda tanya besar, mengingat praktik mereka ilegal di Indonesia dan belum tentu legal di Australia.
Kompetisi amal ini seharusnya menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak terjebak dalam skema investasi bodong yang berbahaya.
Sudah saatnya untuk membuka mata dan tidak terus-menerus terperdaya oleh rayuan investasi yang tidak jelas legalitasnya.
