JABAR EKSPRES – Penangkapan Elwizan Aminuddin sang dokter gadungan yang pernah bekerja di Timnas Indonesia, mendapat perhatian dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Sekjen PSSI Yunus Nusi mengakui pihaknya senang setelah mendapat kabar aparat kepolisian berhasil membekuk Elwizan.
“PSSI tentu senang dan terima kasih dengan kepolisian akhirnya bisa menangkap Elwizan Aminuddin,” kata Yunus, dikutip Jabar Ekspres dari laman resmi pssi, Jumat (2/2).
Baca Juga:Sengketa Spanduk Caleg, Kurang Pemahaman Aturan Jadi Penyebab UtamaHPE Pertambangan Alami Kenaikan Pada Periode Februari 2024, Ini Penyebabnya!
Yunus menyampaikan bahwa selain PSSI terdapat sejumlah klub yang juga kena tipu Elwizan.
Menurutnya, modus yang dilakukan Elwizan selama ini dengan cara memalsukan ijazah kedokteran dari Universitas Syiah Kuala Aceh.
“Bukan hanya PSSI, tetapi juga banyak klub yang kena tipu. Dia pernah menjadi dokter timnas sebelum covid melanda Indonesia,” ungkapnya.
“Modusnya adalah memalsukan ijazah kedokteran dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, sehingga klub percaya saat itu,” sambungnya.
Diketahui, Elwizan mulai beroperasi menjadi dokter gadungan dari tahun 2013 hingga terakhir 2021.
Di periode tersebut terdapat delapan tim yang pernah memakai jasanya, termasuk Timnas Indonesia.
Nama-nama tim lain selain Timnas Indonesia adalah Persita Tangerang, Barito Putera, Bali united, kalteng Putra, Madura United, Sriwijaya FC, hingga PSS Sleman.
Baca Juga:Unik! Cerita Dua Pasangan Kembar Melakukan Resepsi Pernikahan yang Viral di Media SosialMenyambut Indonesia Digital 2045, Kecepatan Internet Ditargetkan Lompat 30 Kali Lipat
Kasus ini pun menjadi perhatian yang sangat serius bagi PSSI dan tim-tim sepakbola di tanah air ke depannya.
“Kasus ini pasti akan menjadi perhatian PSSI. Saat ini kalau masuk ofisial timnas akan diselidiki asal usul yang bersangkutan. Contoh kalau dia lulusan FKUI, kita akan tanyakan ke FKUI. Benar atau tidak. Kita juga tanyakan ke Ikatan Dokter Indonesia (ID). Kita juga tanyakan ke lembaga-lembaga terkait. Kemudian pengalaman dia,” imbuh Yunus.
“Sekarang setiap dokter dan fisio yang mau bertugas di klub Liga 1 ,2 dan 3, apalagi di timnas indonesia harus terlebih dahulu menyerahkan fotokopi ijazah dokter yang sudah dilegalisir oleh Fakultas Kedokteran tempat dia kuliah,” tuturnya.
