Soal Kolam Retensi yang Dianggap Tak Efektif Menanggulangi Banjir di Kota Bandung, Ini Kata DSDABM

Soal Kolam Retensi yang Dianggap Tak Efektif Menanggulangi Banjir di Kota Bandung, Ini Kata DSDABM
Salah satu Kolam Retensi yang berada di wilayah Gedebage, Kota Bandung (Sadam Husen Soleh Ramdhani / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung tanggapi soal pandangan masyarakat yang menganggap kolam retensi tak mampu menanggulangi banjir di Kota Kembang.

Kepala DSDABM Kota Bandung, Didi Ruswandi menuturkan, peruntukan kolam retensi merupakan upaya pihaknya dalam mengurangi titik-titik genangan yang kerap terjadi di berbagai wilayah.

Sehingga dari segi efektifitas harus dibarengi dengan kapasitas kolam retensi yang memadai. Maka dari itu, pihaknya gencar membangun kolam retensi di berbagai wilayah di Kota Bandung.

Baca Juga:Kurang Menit Bermain, Marc Klok dan Edo Febriansyah Terancam Terdepak dari 11 Pertama Kontra Persis SoloRibuan Anggota KPPS Kota Banjar Ikuti Kegiatan Bimtek

Dirinya mengklaim, dari yang tercatat sebanyak 25 hingga 30 titik banjir di Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RJPM). Saat ini, hanya terdapat 7 hingga 8 lokasi yang kerap terjadi genangan apabila dilanda hujan dengan intensitas tinggi.

“Seperti di Citarip, Pasir Koja, Cibaduyut, Leuwipanjang, Pasar Induk Gedebage, perempatan Jalan Rumah Sakit, di sekitar itulah yang seringkali menjadi viral,” ungkapnya

Dalam mendukung kinerja kolam retensi ditengah upaya menanggulangi banjir di Kota Bandung, pihaknya juga gencar membangun Rumah Pompa (Rupom) di sekitar area tersebut.

Selain Rupom, pihaknya juga bakal kembali menambah sumur-sumur imbuhan yang dinilai efektif mengurangi banjir dari mulai hulu hingga ke hilir. Pun hal ini diharapkan bisa membantu kinerja kolam retensi dalam mengurangi genangan di berbagai wilayah di Kota Bandung.

0 Komentar