Ngaku Dapat Pelayanan Buruk, Curhatan Pasien RSUD Otista Soreang Viral di Media Sosial

Viral keluhan pasien RSUD Otista Soreang di download dari akun tiktok chareesa30
Viral keluhan pasien RSUD Otista Soreang di download dari akun tiktok chareesa30
0 Komentar

“Kita lagi rapat ngumpul ini, justru kita lagi menelusuri kurang kita apa, kan jujur aja saya baru 3 bulan juga disini, bahwa kita juga mengajak teman-teman ayo kita perbaiki,” lanjutnya.

Meski terdapat pelayanan yang tidak menyenangkan dari pasien, menurutnya saat ini jumlah kunjungan sedang meningkat.

“Inshaa allah kalau dari sisi jumlah kunjungan kita justru naik, berarti masih banyak yang kesini. Ya kita lihat lah,” terangnya.

Baca Juga:Bambang Tirtoyuliono Nilai 3 Rute Kereta Api Baru Bakal Naikan Jumlah Kunjungan ke Kota BandungSepanjang Tahun 2023, Pemkot Bandung Bangun Belasan Kolam Retensi

Adapun terkait pengajuan BPJS untuk pasien yang memerlukan rujukan, menurutnya hampir semua rumah sakit memerlukan rujukan, kecuali pasien gawat darurat.

“Kalau gawat darurat itu tidak perlu, tapi kan gawat darurat menurut medis dan pasien berbeda, nah ini masalah. Contoh lah sakit gigi, kan kata pasien itu gawat darurat, tapi kalau untuk medis mah ini tidak perlu harus dirawat gitu. Nah kaya gitu lah,” ungkapnya.

Yani menambahkan, untuk pasien yang ada di IGD menggunakan BPJS pastinya akan diarahkan ke Poliklinik. Karena hal tersebut untuk memastikan pembayaran dari BPJS.

“Karena gini kalau melayani pasien di gawat darurat IGD tidak gawat darurat kita tidak dibayar oleh BPJS. Makanya kita arahkan ke poliklinik gitu,” katanya.

Meski begitu, pihak RSUD masih terus melakukan pendalaman terkait adanya kejadian ini, sambil terus introspeksi kedalam terkait pelayanan dengan memberikan pelayanan kesehatan melalui pelatihan Service Execelent.

“Untuk saat ini pihak rs masih melakukan pendalaman kita juga sambil introspeksi kedalam gitu kalau memang ada, kita perbaiki, kalau ada tindakan lebih lanjut kita di bagian yang melayaninya di kasih pelatihan service excellent bagaimana menghadapi customer,” ungkapnya.

Sementara terkait pelayanan yang kurang diberikan oleh salah satu staf RSUD, pihaknya juga nantinya akan mengklarifikasi apa akan diberikan sanksi atau pembinaaan.

Baca Juga:Hak Jawab Pihak Grab Indonesia atas Pemberitaan Aksi Demo di Kantor Grab BandungRetribusi Kebersihan di PSC Bandung Jadi Sorotan, Sampah Tetap Menggunung hingga Omzet Pedagang Jadi Turun

Dirinya pun berharap, agar kedepannya bisa terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

“Iya kan kita klarifikasi, kalau memang betul kita lakukan pembinaan. Sanksi mah terlalu berat. Cuman kan tidak semua yang dilayani semuanya tidak puas, misal dilayani 10 orang, yang 9 puas yang 1 tidak sebisa mungkin nantinya kita bisa adil untuk berusaha menanggapi semua keluhan,” pungkasnya.

Laman:

1 2
0 Komentar