Pendekatan Budaya Sebagai Kunci Kesadaran Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah

Ilustrasi pemilahan sampah melalui pemisahan berdasarkan jenis sampah yang dibuang. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
Ilustrasi pemilahan sampah melalui pemisahan berdasarkan jenis sampah yang dibuang. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Upaya pembinaan dan penyuluhan mengenai manajemen sampah di Kelurahan Cibabat diselenggarakan melalui pendekatan budaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Masyarakat perlu mendapatkan edukasi tentang pengolahan sampah agar dapat kembali ke mereka. Wilayah tersebut seharusnya bukan tempat pembuangan sampah, melainkan tempat akhir pengelolaan sampah sehingga proses penanganannya dapat selesai di sana.

Ketua LPM Kel. Cibabat, Ahmad Halimi mengatakan pengolahan sampah yang tidak benar di hulu menjadi penyebab terjadinya banjir, karena jika pengelolaan sampah di bagian hulu tidak optimal, dampaknya akan berakibat pada terjadinya banjir di bagian hilir.

Baca Juga:Pemberdayaan UMKM dan Peningkatan SDM, Harapkan Realisasi Bantuan ModalDemi Target RTH, Pemerintah Kota Cimahi Perluas Hutan Kota

“Karena itu memang kita kaitkan dengan bidang sosial budaya, bagaimana masyarakat diberikan edukasi dibudayakan terkait dengan pemilihan sampah,” ucapnya pada Jabar Ekspres di Kelurahan Cibabat, Jumat 19 Januari 2024.

Menurutnya, bidang budaya dan bidang fisik saling terkait erat. Di sisi fisik, mencakup sistem pengolahan sampah dan infrastruktur, sementara di sisi budaya, fokus pada upaya mendidik dan menyadarkan masyarakat agar dapat mengelola sampah dengan benar.

“Jadi kali ini, terkait dengan pengolahan sampah yang mana hilirisasi nya adalah banjir,” ungkapnya.

Pentingnya budaya pengelolaan sampah menjadi sorotan utama, Ahmad menambahkan, perlu diikuti dengan perhatian terhadap sistem pengolahan sampah dan infrastruktur pendukungnya. Selain itu, pemberdayaan posyandu menjadi fokus ketiga, terutama mengatasi masalah stunting yang saat ini dihadapi oleh posyandu.

“Ini sesuai dengan penurunan percepatan stunting jadi ini akan tiga budaya ini saling kait mengait,” kata Ahmad.

Ahmad menyoroti pentingnya penanganan banjir sebagai perhatian utama Cibabat, yang kini difokuskan pada upaya meningkatkan pengelolaan sistem persampahan masyarakat.

“Jadi tidak spesifik masalah banjirnya, tapi banjir itu akibat dari sistem pengolahan sampah yang belum baik,” ungkap Ahmad.

Baca Juga:Penyesuaian Tarif Pelayanan Kesehatan Puskesmas di CimahiMengungkap Tabir Dana Kampanye Parpol yang Tidak Masuk Akal

Ahmad menuturkan, permasalahan sampah ini menjadi masalah yang rumit atau krusial. Tidak hanya di tingkat regional, di tingkat nasional pun menjadi permasalahan sampah itu.

“Karena itu di dalam usulan bidang fisik, tercermin bahwa mau dibutuhkan terkait pengolahan sampah,” ucap Ahmad.

Menurutnya, diperlukan peralatan dan infrastruktur yang mendukung untuk mengelola sampah, terutama mengingat kemungkinan penutupan TPA Sarimukti yang sedang dibahas untuk masa depan.

0 Komentar