Daftar Hewan yang Sering Dikaitkan sebagai Simbol Kematian

JABAR EKSPRES – Seiring berjalannya waktu, manusia selalu cenderung mengaitkan berbagai makhluk dengan makna kehidupan dan kematian. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan menarik seperti mengapa beberapa hewan dianggap sebagai simbol kematian dan kehidupan setelah kematian?

Baca juga : Liburan di The Farm Pancawati! Menampilkan Pemandangan yang Menyegarkan hingga Hewan-hewan Lucu!

Dalam perjalanan melintasi budaya dan tradisi, tujuh hewan telah secara historis dikaitkan dengan kematian dan kehidupan setelah kematian, yang mencerminkan kompleksitas interpretasi manusia terhadap kehidupan dan kematian yang tercermin dalam mitos, legenda, dan tradisi yang berkembang sepanjang waktu.

Daftar Hewan dalam Sejarah yang Sering Dikaitkan dengan Kematian
1. Tikus

Sebagai pembawa potensi penyakit mematikan, tikus telah lama dicatat dalam sejarah sebagai penyebar penyakit yang membahayakan manusia.

Namun, pemahaman terkini menunjukkan bahwa manusia dan kutu yang hidup bersama mereka memainkan peran lebih besar dalam penyebaran penyakit seperti Kematian Hitam.

2. Gagak Bangkai

Gagak bangkai menonjol sebagai burung cerdas yang memiliki peran penting dalam mitologi Irlandia.

Melalui peran Badb, burung gagak ini menjadi simbol spiritual dalam perjalanan kehidupan dan kematian manusia.

3. Burung Hantu

Dengan aktivitas utamanya di malam hari, burung hantu seringkali diasosiasikan dengan konsep kematian dalam berbagai kebudayaan.

Suara burung hantu dianggap sebagai pertanda kematian, yang menciptakan perspektif menarik dalam interpretasi manusia terhadap makhluk ini.

4. Kelelawar

Sebagai simbol kematian, kelelawar memiliki konotasi misterius dan sering dihubungkan dengan ramalan takdir.

Mitos Māori mengaitkan kelelawar dengan hokioi, burung nokturnal yang konon memiliki kemampuan meramalkan kematian.

5. Burung Nasar

Dengan kebiasaannya yang terkait erat dengan bangkai dan kematian, burung nasar menjadi salah satu hewan yang dikaitkan dengan akhir kehidupan.

Di Mesir kuno, burung nasar dianggap sebagai simbol kebersihan dalam lingkaran kehidupan dan kematian.

6. Capung

Di Jepang, capung merah menjadi simbol kembalinya arwah orang mati selama festival Obon.

Kepercayaan ini memberikan makna mendalam pada keberadaan capung merah sebagai perantara antara dunia hidup dan dunia roh.

7. Burung Enggang Tanah Selatan

Dalam budaya di sembilan negara di Afrika bagian selatan dan timur, burung enggang tanah selatan sering dianggap sebagai pembawa sial dan pertanda buruk, mencerminkan kompleksitas hubungan antara manusia dan alam di berbagai budaya Afrika.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan