WALHI Jabar Soroti Penyebab Banjir di Kota Cimahi: Soroti Drainase Tidak Efektif

Pembangunan Kota Bandung Meroket, Ini Pesan Walhi Jabar!
Ilustrasi banjir akibat buruknya tata kelola ruang di Kota Bandung. (Dok/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES  – Alih fungsi lahan pertanian atau lahan kosong menjadi pemukiman memerlukan langkah-langkah teknis penyerapan air hujan di kawasan hulu untuk mencegah risiko peningkatan koefisien limpasan dari lahan tersebut.

Belum lama ini, Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman pada DPKP Kota Cimahi, Sambas Subagja mengatakan drainase yang kurang efektif mengakibatkan air yang seharusnya diserap di bagian hulu justru mengalir ke sungai melalui saluran drainase, sehingga menciptakan masalah aliran air yang tidak teratur.

“Air limpasan hujan sebagian besar mengalir ke Cimahi setelah alih fungsi saluran terjadi,” terang Sambas.

Baca Juga:Jelang Pemilu, BPBD Kabupaten Bandung Antisipasi TPS Rawan Bencana5 Pelaku Pengeroyokan hingga Korban Meninggal di Rancaekek Diringkus Polisi

“Sehingga meskipun di Cimahi tidak hujan, kadang ada juga luapan-luapan air dari sungai atau drainase, itu mungkin penyebab utama banjir di kota Cimahi,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, Wahyudin Iwang mengatakan situasi di Bandung Raya, khususnya di Kota Cimahi, memperlihatkan adanya genangan banjir.

“Perlu dilakukan pengecekan kembali terhadap struktur RT, RW, dan pola ruang di wilayah perkotaan untuk memahami penyebabnya secara lebih mendalam,” ucap Wahyudin pada Jabar Ekspres melalui seluler, Kamis 4 Januari 2024.

Wahyudin menambahkan, seringkali drainase yang tidak efektif menjadi perhatian utama, memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pemerintah untuk memastikan kinerjanya optimal.

“Sehingga di beberapa titik di wilayah Kota Cimahi terdapat identifikasi drainase-drainase yang tidak berjalan atau tidak berfungsi,” ungkapnya.

“Tentu, itu akan menjadi satu hal penting yang perlu diprioritaskan oleh pemerintah untuk mengatasi drainase yang tidak berfungsi,” tambah Wahyudin.

Tata ruang kota yang terlihat semrawut menurut pengamat Wahyudin. Menurutnya, pola ruang di wilayah kota seringkali tidak memperhatikan prinsip-prinsip lingkungan yang efektif, khususnya di area urban.

Baca Juga:Masa Depan Kampoeng Radjoet di Tangan Anak-anak PerajinGelap hingga Rawan Kejahatan, Pemkot Bakal Benahi Puluhan Taman yang ada di Kota Bandung

“Tentu juga pemerintah Kota Cimahi juga harus melihat kawasan hulu. Bagaimana misal, secara masif keluar izin-izin wisata alam dan keluar juga bisnis-bisnis properti, seperti perumahan, vila dan lain sebagainya,” ungkap Wahyudin.

“Tentunya memberikan kontribusi signifikan terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan,” tambahnya.

Menurutnya, pengaruh terhadap wilayah penyerapan air meningkat seiring dengan aktivitas pembangunan di kawasan hulu yang kurang memperhatikan aspek lingkungan, menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

0 Komentar