Kesadaran Warga Cimahi Terhadap KTP-EL Masih Rendah

JABAR EKSPRES – Kesadaran memiliki KTP-EL di kalangan masyarakat umum juga menjadi perhatian, di mana sebagian hanya mengurus Adminduk saat dibutuhkan, seperti ketika akan pergi ke rumah sakit karena ada ketidaksesuaian data pada KTP.

Menghitung kebutuhan blangko memang menjadi tantangan, terutama bagi pemula yang mungkin sulit menentukan jumlahnya. Sejauh ini, kebutuhan blangko yang wajib oleh Disdukcapil belum terhitung secara pasti.

“Kesulitan yang blangko itu di pembuatan yang reguler, seperti KTP Hilang, Rusak, yang berganti elemen,” ucap Kadisdukcapil Kota Cimahi, Ipah Latipah saat ditemui awak media di Gedung MPP, Kamis 4 Januari 2024.

BACA JUGA: Disdukcapil Kota Cimahi, Masih Terdapat 2.605 Pemilih Pemula Belum Terekam

Menurut Ipah, kehilangan KTP terkadang merupakan hal yang tidak dapat diprediksi. Meskipun demikian, berdasarkan data pencetakan selama 30 hari terakhir, tercatat bahwa rata-rata pencetakan KTP mencapai hampir 400 per hari.

“400 kali 5 hari kerja, artinya perminggu bisa mencetak hingga 2.000 KTP,” ungkapnya.

Bagi pemula, tutur Ipah, kehilangan dan kerusakan menjadi kendala yang mudah terjadi. Namun, masyarakat tampaknya kurang peduli ketika disampaikan informasi tentang adanya keterbatasan.

“Ada yang tidak mau mengerti atau kebutuhan mendesak. Kita arahkan ke IKD kita udah pandu, susah juga ternyata,” tutur Ipah.

BACA JUGA: Bawaslu Kabupaten Bandung Selidiki Dugaan Kades Ajak Warga Pilih Caleg

“Karena tidak semua mitra kita siap dengan IKD,” tambahnya.

Ipah mengungkapkan, pihaknya berkunjung ke pusat sekali seminggu, dengan alokasi jatah yang disesuaikan sesuai dengan kapasitas mereka untuk memastikan pembagian yang merata.

“Kalau ke Jakarta, kita ngambil 1.000 jadi kalau sebulan 4.000 blangko,” pungkasnya. (Mong)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan