JABAR EKSKPRES – Jelang malam pergantian tahun, skema lalu lintas tengah dipersiapkan Pemerintah Kota Bandung. Salah satunya yakni penutupan Fly Over Pasupati atau jalan Mochtar Kusumah Atmadja, sesuai rekomondasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Penutupan tempat ikonik ini mengacu pada tahun-tahun sebelumnya, yang mana masyarakat banyak memenuhi kawasan tersebut saat malam pergantian tahun.
Diungkapkan Ema, nantinya bukan hanya kendaraan yang tidak boleh melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, Hal ini juga berlaku bagi para pejalan kaki.
Baca Juga:Dampak Gempa di Kabupaten Pangandaran, 1 Rumah Ambruk di Nyalindung SukabumiElf Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas di Rancabali Kabupaten Bandung
“Kami mendapat laporan dari masyarakat sekitar, kalau banyak yang merayakan pergantian tahun di fly over tersebut. Bahkan ada yang sampai mengganggu ketertiban dengan melempar botol dari atas, ini membahayakan warga yang ada di bawah jembatan,” ungkapnya.
Disisi lain, Ema meminta agar pengetatan di jalan-jalan protokol dan pusat keramaian juga diterapkan. Selain antisipasi kemacetan, dikhawatirkan terdapat konvoi geng motor yang meresahkan masyarakat.
“Itu merupakan jalur-jalur yang menjadi favorit. Kalaupun tidak untuk kerumunan orang, tapi mobilitas kendaraannya akan tinggi. Kemudian, rekayasa lalu lintas keniscayaan terutama di daerah tertentu,” katanya
“Pospam saya pikir masih rangkaian dari natalan. Harus bersifat mobile atau patroli.
Kecamatan juga perlu terjunkan linmas. Linmas hadir menjaga keamanan kota minimal menjaga wilayah kerja masing-masing dengan bersinergi dengan polisi. ATCS harus on 24 jam di malam tahun baru,” tambahnya
Terakhir Ema menegaskan, terkait acara yang bakal terselenggara pada malam pergantian tahun, tak boleh lebih dari jam 01.00 dini hari.
“Alasan apapun harus dibubarkan. Pihak kepolisian yang akan menindak dibantu Satpol PP kita. Supaya petugas kebersihan kita bergerak. Kita ingin kota ini kembali bersih di hari pertama 2024,” pungkasnya (Dam)
