JABAR EKSPRESS, CIMAHI – Peran perempuan dalam pemilu semakin menonjol dengan meningkatnya partisipasi mereka dalam politik. Dalam berbagai tingkatan, perempuan aktif berkontribusi melalui kampanye, pemilihan, dan advokasi hak-hak perempuan. Meskipun tantangan masih ada, peningkatan partisipasi perempuan memberikan harapan untuk representasi yang lebih merata di dunia politik.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat FPKS, H. Siti Muntamah, S.A.P, belum lama ini mengatakan perempuan memiliki peran ganda, yakni sebagai yang terpilih dan yang melakukan pemilihan.
“Ketika memilih, pastikan dia masuk ke DPT, dia memilih secara cerdas, dalam hal ini mengetahui siapa yang dipilih dan kenapa dia memilih,” kata Siti.
Baca Juga:Parkir dan Galeri Rasulullah Masjid Al Jabbar Bakal Dikelola PT Jaswita, LPM Cimincrang Minta Tetap DilibatkanLayanan BRI Buat Liburan Natal dan Tahun Baru Makin Nyaman
“Tentu saja harus mengusung visi misi untuk perbaikan masyarakat dimasa yang akan datang,” tambahnya.
Mengingat peran signifikan perempuan sebagai penentu referensi keluarga, memperhitungkan suara mereka dapat menjadi pilihan utama bagi keluarga.
“Selanjutnya adalah ikut atau berpartisipasi dalam memberikan pengawasan ketika menuju pencoblosan. Karena perempuan itu selalu menjadi sumber dari referensi keluarga, maka dengan mengondisikan suara perempuan, insyaAllah menjadi suara pilihan keluarga,” ungkap Siti.
Siti berpendapat bahwa perempuan tersebut memiliki bakat luar biasa, sehingga penting untuk menciptakan wadah khusus yang memungkinkan perempuan mengembangkan diri mereka dan berkontribusi secara signifikan dalam kehidupan pribadi maupun keluarga.
“Perlu di buat wadah secara khusus untuk bagaimana perempuan-perempuan ini mampu mengembangkan dirinya sekaligus memiliki akses untuk maju,” ucap Siti. (Mong)
