Harga Melonjak Tinggi, Pedagang Pasar Atas Keluhkan Sepi Konsumen

Harga Melonjak Tinggi, Pedagang Pasar Atas Keluhkan Sepi Konsumen
Kenaikan Harga Komoditas Holtikultura Berdampak Pada Sepinya Pembeli di Pasar Atas Kota Cimahi (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Ia menuturkan, di kios dagangnya, Ia mengeluhkan harga cabai yang sangat tinggi. Dampak tersebut membuat banyak cabai yang masih menumpuk karena tersisa akibat pembeli menurun.

“Kalau cabe tanjung sekarang Rp100 ribu/kilo, dulunya dari sananya Rp60 ribu sekarang Rp70 ribu. Kalau cengek Rp80 ribu sebelumnya Rp60 ribu. Tetap saja memberatkan pembeli,” ungkap Endut.

Sama halnya dengan harga gula yanh kini naik drastis, menurut Hj. Nining (70) salah seorang penjual sembako di Pasar Atas mengungkapkan harga gula naik dan menyebabkan sulitnya untuk mendapatkan pasokan gula dari bandar.

Baca Juga:Pedagang Pasar Atas Cimahi Prediksi Kenaikan Harga Daging Ayam Jelang Nataru 2024Antusiasme SMKN 1 Cimahi dalam Kegiatan BPJS Goes to Customer oleh BPJS Kesehatan Cabang Cimahi

“Harga gula tadinya Rp16 ribu/kilo sekarang jadi Rp18 ribu/kilo, pengaruhnya banyak banget, dari yang biasa beli sekilo jadi setengah, konsumen berkurang. Konsumen banyak yang mengeluhkan harga, penjual juga banyak yang libur, karena kalau dijalankan dagang banyak sisanya mereka rugi. Menjelang Nataru bisa naik lagi,” bebernya.

Menurut Hanna Subiyarti, pelopor Pasar Online Barokah di Pasar Atas, menjelaskan penurunan daya beli masyarakat disebabkan karena adanya ikatan antara penjual dengan para distributor yang rutin mengirim barangnya ke pasar tradisional.

“Kalau dari distributor yang biasa rutin mengirim ke pasar tradisional itu biasanya ada tempo waktu, jadi kita dikirim barang bayarnya seminggu atau dua Minggu kalau sudah habis baru di bayar,” jelas Hanna.

Ia menerangkan, perbedaan dari segi harga yang relatif lebih murah bila dari paguyuban pasar. Sementara, bila membeli dari distributor harganya relatif lebih mahal dengan selisih harga Rp10 ribu.

“Kalau di paguyuban bayarnya cash dan harganya lebih murah perbedaannya Rp10 ribu. Jadi mungkin pedagang jadi sepi, menunggu barangnya habis jadi sambil menunggu ngambil lagi dari distributor yang rutin ngirim kesini,” ungkapnya.

0 Komentar