JABAR EKSPRES, BOGOR- Pasca gempa bumi yang terjadi di wilayah Pamijahan, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu, Gunung Salak berpotensi mengalami erupsi freatik.
Dilansir dari halaman resmi vsi.esdm.go.id. Gunung api Salak merupakan salah satu Gunung api strato Tipe A dengan ketinggian ± 2210 mdpl. Secara administratif berada di wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.
1. Gempa tektonik lokal mengalami peningkatan jumlah gempa diatas 4 kali kejadian perhari pada tanggal 6 Desember 2023 sebanyak 8 kejadian. 7 Desember 2023 sebanyak 7 kali kejadian dan 8 Desember 2023 sebanyak 7 kali kejadian.
Baca Juga:Debat Pertama Capres-Cawapres Dimulai Besok, Inilah 11 Panelis yang Rumuskan Pertanyaan Luminous Journey Spesial Natal dan Tahun Baru 2024, Taman Safari Bogor Buka Promo Tiket Masuk!
2.Pengamatan visual periode 1 – 9 Desember 2023, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah selatan. Suhu udara sekitar 22-32°C.
3. Pengamatan kegempaan periode 1-9 Desember 2023, masih didominasi gempa tektonik jauh yang terekam sebanyak 31 kali kejadian dan gempa tektonik lokal sebanyak 22 kali kejadian. Gempa Vulkanik sebagai indikasi aktivitas Gunung Salak tidak terekam.
Meskipun dari kegempaan cenderung normal, namun tetap perlu diwaspadai terjadinya erupsi freatik, berupa semburan lumpur atau erupsi uap air (steam explosion) yang dapat terjadi tiba-tiba, pasca terjadinya kenaikan gempa tektonik lokal beberapa hari lalu.
Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat ada sebanyak 77 unit rumah mengalami kerusakan dengan korban yang terdampak sebanyak 77 KK dari 260 Jiwa.
Kabid Kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Bogor Adam Hamdani mengatakan, peristiwa gempa bumi tersebut terjadi pada Jumat (8/12) pukul 02.00 WIB dengan magnitudo 4,0.
“Kedalaman 5 km berdampak pada wilayah Kabupaten Bogor, menyebabkan beberapa bangunan mengalami kerusakan,” kata Adam dalam keterangannya, Senin (11/12).
