JABAR EKSPRES – Puasa Senin Kamis merupakan puasa sunah yang memiliki banyak keutamaan. Seperti namanya, puasa ini dilakukan seminggu dua kali yakni pada hari Senin dan hari Kamis.
Puasa Senin Kamis dulu sering dilakukan oleh Rosulullah, hal ini karena puasa Senin Kamis bisa menghapus kesalahan dan meninggikan derajat.
Alasan lain dilakukannya puasa pada 2 hari tersebut, karena dua hari tersebut adalah saat amalan diangkat di hadapan Allah, sehingga sangat baik untuk berpuasa saat itu.
Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi tana’ala.
Baca Juga:Kebiasaan Baik di Pagi Hari yang Meningkatkan Kualitas HidupDoa dan Amalan Ketika Turun Hujan, Amalkan dan Lihat Manfaatnya
Artinya: “Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala.”
Niat puasa hari Kamis:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi tana’ala.
Artinya: “Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala.”
Keutamaan Puasa Senin Kamis
Puasa sunah yang satu ini memiliki banyak keutamaan. Berikut ini beberapa keutamaannya:
1. Pada hari Senin dan Kamis adalah hari dibukanya pintu surga
Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwatkan oleh Abu Hurairah ra, Bahwasannya Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda :
تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا
Artinya: “Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengam-punan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim)
Artinya: “Dari Abu Qotadah r.a, sesungguhnya Rosulululloh SAW ditanya tentang puasa Senin. Maka beliau menjawab : “Hari Senin adalah hari lahirku, hari aku mulai diutus atau hari mulai diturunkannya wahyu.” (HR. Muslim)
