Akses ke Bandara Kertajati Kini Terintegrasi, Wajib Mampir ke Desa Wisata Bantaragung

Akses ke Bandara Kertajati Kini Terintegrasi, Wajib Mampir ke Desa Wisata Bantaragung
MULAI RAMAI: Suasana di Bandara Kertajati yang kembali beroperasi penuh. Kini akses menuju bandara lebih cepat dengan hadirnya tol Cisumdawu.
0 Komentar

Apa yang spesial dari Desa Wisata Bantaragung? Memiliki asal-usul yang legendaris, Desa Bantaragung ini asalnya bernama Desa Babakan Keboncau. Dikabarkan kalau desa ini sudah ada sejak tahun 1200-an, saat Pangeran Timbang Pinayungan berhasil mengatasi gangguan keamanan desa dan menjadi Kuwu (kepala desa) pertama.

Di sinilah awal dari lahirnya juara-juara dunia terutama di bidang pencak silat. Dengan cerita rakyat inilah, Desa Bantaragung menjadi populer serta kekayaan alamnya pun banyak menjadi destinasi wisata.

Dari sini pula kita bisa menikmati segarnya udara di terasering sawah Langit Binuang. Bersiaplah terpesona dengan sambutan udara sejuk di sana. Meskipun terbilang masih baru, hamparan sawah hijau yang mirip dengan bentangan terasering di Pulau Dewata ini sukses mencuri perhatian. Spot ini cocok banget jadi tempat olahraga santai atau berfoto dengan latar yang menakjubkan.

Baca Juga:Bagnaia Akan Tetap Waspada Meski Jarak Poin dengan Martin MelebarGavi Tersungkur, Kemenangan Spanyol di Kualifikasi Piala Eropa 2024 Berbau Pil Pahit

Jangan beranjak dulu dari Desa Bantaragung, sebelum melihat seluruh pemandangan desa dari ketinggian Terasering Sawah Ciboer Pass. Karena di terasering yang sangat lega ini, ada sebuah jalan lurus menuju pemukiman warga yang cocok untuk bersepeda atau jalan kaki dengan ditemani angin semilir desa yang menyegarkan.

Di Desa Bantaragung, juga bisa menyaksikan sunrise yang indahnya dan tidak kalah dari tempat-tempat lain. Potret matahari terbit dari balik Gunung Ciremai -gunung terbesar di Jawa Barat- yang terlihat jelas di desa ini akan jadi momen yang wajib diabadikan.

Kelima, bagi yang suka berburu spot instagrammable bertemakan danau nan asri, harus merencanakan kunjungan ke telaga yang satu ini. Lokasinya berjarak sekitar 14 km atau 30 menit perjalanan dengan mobil dari Desa Wisata Bantaragung.

0 Komentar