JABAR EKSPRES, BANDUNG – Anak yang mengalami stunting ternyata rentan terhadap penyakit diabetes. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dr. Raden Vini Adiani Dewi, Jumat (17/11).
Vini menguraikan, kerentanan itu bukan tanpa alasan. “Kalau stunting itu ada arah ke diabetes. Karena organ tubuh juga ada yang gagal,” cetusnya.
Di sisi lain, Vini sempat mengungkapkan bahwa angka stunting Jabar pada 2022 ada di 20,2 persen. Angka itu telah mengalami penurunan sebesar 4,3 persen dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Baca Juga:Beberkan Kondisi Terkini Dokter Qory, Relawan P2TP2A: Tidak Mau Komunikasi Akses Mudah Sumedang-Bandara Kertajati, Berwisata Lebih Nyaman via Tol Cisumdawu
Pada 2023 ini, Pemprov Jabar memiliki target penurunan stunting agar bisa tembus 19 persen. Kemudian pada 2024 bisa mencapai 14 persen.
Sementara itu merujuk Open Data Jabar, angka stunting Jabar pada 2022 memang ada di angka 20,2 persen. Namun angka itu masih menempatkan Jabar pada posisi ke 13 prevalensi balita stunting terendah.
Kemudian jika dirinci ke tingkat Kabupaten Kota di Jabar, Kabupaten Sumedang menduduki posisi puncak angka prevalensi balita stunting. Angkanya 27,60 persen.
