JABAR EKSPRES – Plt Ketua Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kota Bandung, Galih Suryapratama, menilai kaum disabilitas masih minim mendapat sosialisasi terkait Pemilihan Umum (Pemilu).
Padahal, menurutnya, kaum disabilitas hingga saat ini masih menjadi objek dalam gelaran Pemilu. Namun demikian, disabilitas belum dilibatkan secara aktif.
“Belum diterima oleh semua kalangan disabilitas soal Pemilu. Keterlibatan kami hanya sebagai objek saja,” kata Galih Suryapratama saat ditemui di Lembang, Minggu, 12 November 2023.
Baca Juga:Ribuan APK ‘Nakal’ Ditertibkan Satpol PP Kota Bandung Sepanjang Tahun 2023Kelola Sampah dan Kotoran, FPLH Bangun Instalasi Biodigester di Jayagiri Lembang
Ia mengatakan, komunitas disabilitas juga berhak mendapatkan informasi yang lengkap soal penyelenggaraan Pemilu. Hal itu bisa didapatkan jika ada sosialisasi yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) ataupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
“Harusnya tentang politik sosialisasinya lebih mendalam. Supaya kami tahu pemimpin ke depan karakter dan kriterianya seperti apa,” sambung dia melalui penerjemah bahasa isyarat.
Ia menambahkan, Gerkatin sesuai AD/ART secara kelembagaan tidak boleh berpolitik. Namun, secara keanggotaan, Gerkatin boleh untuk terlibat aktif dalam politik atau mendukung salah satu kandidat.
Di Kota Bandung, lanjut dia, ada 12 kepengurusan dengan jumlah anggota mencapai 300 orang. Mereka berharap dapat mendapatkan informasi yang lengkap dan komprehensif tentang Pemilu. Jangan sampai hak politik komunitas disabilitas tidak tersampaikan akibat minimnya sosialisasi.
