Dia mengaku telah merintis usaha kelontong ini sejak empat tahun lalu. Barang-barang yang dijualnya berupa sembako dan berbagai makanan dan minuman termasuk air kemasan galon isi ulang.
“Jualan air kemasan galon saya termasuk ramai pembeli, sampai-sampai saya bisa kehabisan stok, apalagi saat musim panas sekarang ini. Penghasilannya juga lumayan lah. Yang penting keluarga bisa makan dan bisa membiayai orang tua untuk berobat,” tukasnya.
Peneliti Pusat Industri Perdagangan dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus mengatakan aksi boikot itu justru akan berdampak terhadap masyarakat Indonesia sendiri.
Baca Juga:Antisipasi Membeludaknya Penonton Piala Dunia U-17, Dishub Terapkan Aturan iniInovasi Sasbotram Cimahi, Ubah Sampah Plastik Jadi Produk Ekonomis
“Boikot itu hanya akan merugikan ekonomi kita, dan membuat tenaga kerja yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang produk-produknya diboikot banyak yang menganggur,” katanya.
Dia mengatakan ada cara lain yang bisa dilakukan untuk memprotes aksi kekerasan Israel terhadap warga Palestina selain aksi boikot yang jelas-jelas akan merugikan masyarakat sendiri dan ekonomi. Misalnya dengan menyerukan agar Israel segera menghentikan aksi militernya ke Palestina.
