JABAR EKSPRES, CIMAHI – Program lingkungan hidup bersih dan sehat, Sasbotram Cimahi berupaya untuk membuat pengolahan sampah dari anorganik menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Sasbotram Cimahi berinovasi untuk menjual produk dari hasil pengolahan sampah plastik. Selain itu, berfokus juga pada perubahan perilaku dan mindset masyarakat terkait sampah.
“Sampah masih menjadi isu global, apalagi kemarin kejadian kebakaran TPA Sarimukti padahal tonase yang dihasilkan oleh Cimahi sudah ratusan ton, belum wilayah yang lainnya. Kemudian momentum hari sampah nasional dari meledaknya TPA Leuwigajah yang longsor akhirnya kita pun berinisiatif untuk berkontribusi dalam pengolahan sampah secara mandiri,” terangnya.
Baca Juga:Satu Sikap, Anggota Komisi C Bantah Atensi Pimpinan Dishub Kota BandungAngin Puting Beliung Melanda Cidahu Sukabumi, Begini Dampaknya
Hingga kini, Sasbotram sudah berhasil memproduksi sampah dari rumah tangga. Sampah yang dijual seharga Rp6 ribu per kilo, dan bekerja sama dengan bank sampah Induk Gemilang Cimahi.
“Alhamdulillah walaupun masih minim kontribusi kita, tapi sudah mereduksi sampah dari skala rumah tangga dengan memperdayakan ibu-ibu. Kita juga kerja sama dengan bank sampah Induk Gemilang Cimahi, bila sampah dari rumah tangga kurang kita minta ke bank sampah itu,” jelas Enung.
Selaras dengan pendapat dari Sasbotram, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi pun menggerakkan para kader untuk menyebarkan kesadaran tentang pemilahan sampah di setiap wilayah. Meskipun program kader telah selesai, beberapa di antaranya tetap gigih memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Ini tidak terus hanya 6 bulan dan ini sudah selesai sebetulnya, tapi kemarin para kader masih semangat. Rencananya kami akan melakukan pemberian reward pada bulan Desember untuk setiap wilayah di Cimahi, ini untuk memberikan motivasi dan mempercepat pengurangan sampah,” ucap Chanifah Listyarini Kadis DLH.
