Jabar Ekspres – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat berupaya memperluas ekosistem Wisata Ramah Muslim ke kota kabupaten. Salah satunya dengan Smiling West Java – Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT).
Penilaian beberapa nominasi itu untuk memacu daerah hingga objek wisata untuk menerapkan beberapa aspek Wisata Ramah Muslim. Sehingga ekosistem wisata itu makin berkembang dan merata di Jawa Barat.
Saat ini, penilaian atas SWJ-MFT juga masih berlangsung. Ada beberapa nominasi, mulai dari pusat perbelanjaan, hotel resto, hingga wisata alam dan buatan. Termasuk kampung wisata yang salah satunya yang tengah berkompetisi adalah Kampung Rajut Binong Jati Kota Bandung.
Baca Juga:Diharapkan mampu Tuntaskan Lahan Petani, Tani Merdeka Apresiasi Langkah DPR Setujui RUU Reforma AgrariaPGN Solution dan Nusantara Regas Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Pipa Bawah Laut
Kepala Disparbud Jawa Barat Iendra Sofyan menjelaskan, SWJ – MFT merupakan instrumen yang dikembangkan untuk memastikan konsep Wisata Ramah Muslim tidak berhenti sebagai branding. “Kami ingin memberikan pedoman bagi pemerintah daerah, destinasi dan pelaku usaha terkait ekosistem wisata ramah Muslim, ” jelasnya, Kamis (10/9).
Iendra melanjutkan, tujuan lainnya adalah untuk mendorong Kota Kabupaten meningkatkan standar layanan. Khususnya dalam hal pariwisata.
Lalu juga untuk membangun identitas bahwa Jawa Barat merupakan destinasi yang Ramah Muslim. “Nah pelaku yang terbaik, kami beri apresiasi, ” katanya.
SWJ-MFT ini di tahun sebelumnya juga pernah dilakukan. Kategorinya ada beberapa yaitu kabupaten/kota, hotel, restoran, wisata alam, wisata budaya dan wisata buatan.
Pada 2026, program ini kembali diperkuat dan diarahkan untuk mendorong penerapan Wisata Ramah Muslim secara lebih merata di 27 kabupaten/kota. Jangkauan kategori juga ditambah. Seperti Mall atau Pusat Perbelanjaan, Desa Wisata, hingga rest area. “Kami ingin naik kelas, bukan sekadar memberikan penghargaan, tetapi membangun sistem, ” tutupnya. (son)
