Angka Stunting di Kota Bogor Turun, Pemkot Kucurkan Anggaran di APBD 2024

Angka Stunting di Kota Bogor Turun, Pemkot Kucurkan Anggaran di APBD 2024
Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan, angka kasus stunting di Kota Bogor mengalami penurunan hingga 500 kasus.

Ia menyebut, hal itu berdasarkan hasil penimbangan sekitar 80 persen anak-anak pada Agustus 2023 lalu. Dimana sebelumnya berada diangka 2.300 turun menjadi 1.800 kasus.

Dalam penanganan stunting, Pemkot Bogor melibatkan aparatur sipil negara (ASN) Kota Bogor dalam program ASN Penting-Lur.

Baca Juga:Edarkan Obat Keras Ilegal, Pria 23 Tahun di Ciamis Dibekuk Polisi!87 P3K Dilantik, Ini Pesan Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih

Setiap bulan, sambung dia, para ASN Kota Bogor turus berpatisipasi dalam gerakan percepatan penanganan stunting dengan menyumbangkan telur ayam seberat 1,5 kilogram bagi anak-anak di Kota Bogor.

Menurutnya, dengan diberikan protein secara kontinu tersebut bisa mengurangi stunting atau meningkatkan berat badan serta tinggi anak-anak.

“Adapun untuk PR (Pekerjaan Rumah) yang jumlahnya kurang lebih sekitar 1.000-an, akan diupayakan melalui kolaborasi dengan para komunitas,” jelasnya.

Namun demikian, kata Syarifah, untuk tahun 2024 akan dianggarkan di APBD Kota Bogor. Sementara untuk angka risiko stunting sendiri jauh lebih besar, yaitu 20 ribuan.

“Di satu sisi kita harus turunkan dulu yang stunting mengingat waktunya hanya dua tahun, kalau terlambat atau tidak tertangani akan berdampak pada yang lainnya, salah satunya perkembangan otaknya akan terhambat,” paparnya.

Ia menambahkan, untuk keluarga risiko stunting, pemerintah pusat memberikan bantuan melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas), di antaranya sembako, ayam, dan telur.

0 Komentar