Masa Darurat Sampah Kota Bandung Diperpanjang, Imbas Masalah Tak Tertangani

Masa Darurat Sampah Kota Bandung Diperpanjang, Imbas Masalah Tak Tertangani
ILUSTRASI: Tumpukan sampah yang menjadi permasalahan di Kota Bandung (Sumber: freepik.com)
0 Komentar

JABAR EKSPRES, BANDUNG – Masalah sampah di Kota Bandung masih sebagai pekerjaan rumah. Belum terselesaikan sama sekali. Penanganan sampah yang jauh dari kata optimal, serta timbulan sampah yang masih saja menumpuk adalah sejumlah bukti.

Bahkan kendati Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menghentikan masa darurat sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung baru saja melayangkan surat perpanjangan. Hingga akhir tahun.

Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengaku, beberapa pertimbangan dijadikan alasan untuk memperpanjang masa kedaruratan sampah tersebut. Salah satunya musim hujan.

Baca Juga:BMKG Prediksi Musim Pancaroba di Jabar hingga November 2023Hasil Nihil, Dinkes KBB Investigasi Kembali Penyebab Keracunan SDN Ciampel dan Cimerang

Hal demikian, kata Bambang, sudah disepakati dan dirumuskan dalam surat keputusan wali kota yang ditandatangani olehnya langsung.

“Sudah disampaikan keputusan wali kotanya (ke Pemprov Jabar). Sudah saya tandangan. Sampai bulan Desember tanggal 26,” katanya.

Adapun dirinya mengaku ada banyak pertimbangan lain soal keputusan Pemkot Bandung memperpanjang masa darurat tersebut. Seperti halnya antisipasi yang belum optimal.

“Banyak (pertimbangan). Satu di antaranya bagaimana kita harus mengantisipasi (sampah). Sebetulnya gini, selama dua bulan ke belakang ini upaya pemerintah upaya masyarakat, pihak di Kota Bandung sudah masif. Semua sudah bergerak. Tinggal kami mengoptimalkan kedaruratan ini,” sambungnya.

Musim penghujan bagai alarm darurat bagi Kota Bandung. Bahwa masalah sampah mesti segera terselesaikan. Antisipasi luapan banjir yang disebabkan tumpukan sampah, sebelumnya sudah diimbau pula Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna.

Menurutnya, sampah yang terbawa luapan air hujan lebih darurat dan harus segera diatasi. Terlebih lagi masih banyak sampah yang tercecer di sejumlah ruas jalan. Hal ini dianggap bakal jadi penyebab drainase tersumbat.

“Kalau sekarang sedang darurat potensi sampah berceceran atau bertumpuk di jalanan itu kan masih ada, sekarang ini belum tertangani,” ungkap Ema kepada wartawan, pada Rabu 25 Oktober 2023 lalu.

0 Komentar