JABAR EKSPRES – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa serangan Israel di Gaza telah melampaui batas-batas pembelaan diri dan menjadi tindakan penindasan, kekerasan, pembantaian dan kekejaman.
“Tidak ada yang mengharapkan kita untuk tetap diam sementara kekejaman terjadi di depan mata kita,” kata Erdogan dikutip dari Antara, Jumat (27/10/23).
Erdogan juga mengkritik Uni Eropa (UE) yang tidak mendorong gencatan senjata di Gaza.
Baca Juga:Akibat Kemarau Panjang, Harga Cabai di Depok MeroketPerempatan Mampang Macet Total, Ini Alasannya
Kepala juru bicara Komisi Eropa untuk urusan luar negeri, Peter Stano, mengatakan pada hari Rabu bahwa Uni Eropa tidak menyerukan gencatan senjata karena “serangan” yang sedang berlangsung oleh kelompok Palestina Hamas.
Dia mengatakan bahwa sejak dimulainya konflik Israel-Hamas hampir tiga minggu yang lalu, bersamaan dengan penghentian layanan penting di Jalur Gaza, Turki telah mengirimkan lebih dari 200 ton bantuan ke Gaza melalui ‘Ai Mesir’.
Dalam beberapa hari terakhir, Israel telah mulai memberikan bantuan ke Jalur Gaza, tetapi bantuan ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan 2,3 juta penduduk daerah kantong tersebut.
