JABAR EKSPRES – Aksi pelecehan yang menimpa seorang Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung pada Rabu, 25 Oktober 2023 sekitar pukul 16.00 WIB. Dia menjadi korban dari fap-fap atau masturbasi di depan umum yang dilakukan oleh pelaku.
Berdasarkan penelusuran informasi yang Jabar Ekspres lakukan, korban mengungkapkan kejadian awal dari peristiwa yang tidak mengenakan tersebut. Awalnya, dirinya ingin pergi ke kampus bersama temannya (beda kos). Sembari menunggu kabar, dirinya duduk dari balkon kos.
Saat duduk di sana, pelaku menyadari keberadaan korban dan menuju ke depan kos. Awalnya tidak ada yang mencurigakan dari pelaku. Namun, karena selalu dilihat sekitar 5 menit oleh pelaku, membuat korban menjadi risih.
Baca Juga:Menyoal Apartemen Rakyat Paldam, Pemkot Bandung: Belum Ada ProgresAjudan Yana Mulyana Ungkap, Sebelum Terjaring OTT Dadang Darmawan Sempat Bagikan Amplop Ke Jajaran Wali Kota Bandung
“Ga lama dari itu, akhirnya aku salfok (salah fokus) sama itunya (alat kelaminnya),” ungkapnya saat dihubungi Jabar Ekspres, Rabu 25 Oktober 2023 malam.
Melihat kejadian itu, membuat dirinya syok dan segera berlari ke dalam kos. Saat itu pula, pelaku yang hoodie hitam dan celana jeans biru serta membawa motor gigi dengan kotak berwarna biru (diperkirakan berisi mainan anak-anak SD) pergi dari lokasi kejadian.
“Pas ngasih tau (kejadian itu), aku dianter ke kampus sama Teh W (teman korban),” ucapnya.
“Pas jalan ke kampus, kita liat dia (pelaku) sedang duduk di bawah tangga sekretariat salah organisasi ekstra UIN SGD Bandung. Di situ, dia lagi mainin itunya (alat kelaminnya),” lanjutnya.
Lalu, Teh W (teman korban) langsung melapor ke pedagang sekitar. Sayangnya, orang-orang sekitar tidak gerak cepat dalam menangkap pelaku. Hal ini membuat pelaku dapat melarikan diri.
Saat disinggung tentang peran kampus dalam melindungi mahasiswa/mahasiswinya, korban menjawab kampus tidak perlu sampai turun tangan karena bukan daerah kampus. Lebih baik adanya keamanan yang berjaga di sekitar area Permai Cipadung, Cibiru, Bandung.
“Mungkin karena hanya malam saja, ya keamanan berjaganya. Jadi pas siang hari, banyak orang (asing) yang bisa berlalu lalang di sini,” ujarnya.
