JABAR EKSPRES – Poret kondisi industri di Kabupaten Sukabumi satu per satu sudah tak bernafas alias tumbang. Terbaru, PT Manito Word terpaksa harus berhenti beroperasi atau gulung tikar.
Kabar PT Manito Word yang berhenti beroperasi itu dibenarkan oleh Wakil ketua I Sektor Industri Padat Karya DPK APINDO Kabupaten Sukabumi, David Dharmadjaja.
“Sementara di pabrik tersebut ada sekira 2.800 karyawan (sebelum Covid-19). Ketika pabrik tersebut tutup, ya sudah menjadi nol karyawan,” imbuhnya.
Baca Juga:Belum Usai, Polemik Tirta Pakuan Bogor dengan Salah Satu Warga Ancam Ribuan PelangganJelang Satu Hari Pilkades Serentak, Pemerintah Kabupaten Bandung dan Kepolisian Gelar Apel Pasukan Pengamanan Demi Jaga Kondusifitas
Ia juga mengatakan bahwa penyebab tutupnya pabrik garmen di Sukabumi tersebut, dipengaruhi oleh faktor krisis ekonomi global.
“Untuk penyebab secara internal kami tidak tahu pasti. Namun secara umum, memang industri garment ordernya berkurang secara drastis akibat krisis ekonomi global,” paparnya.
Kemudian, Ia juga menambahkan, bahwa faktor daya saing dengan daerah lain juga jadi pemicu tumbangnya industri itu.
Berdasarkan data perkiraan yang dipaparkan oleh DPK APINDO, hingga saat ini ada sekitar 28.000 karyawan yang dirumahkan dari banyaknya perusahaan, terkhusus Industri padat karya yang berada di kabupaten Sukabumi.
“Itu data karyawan tetap yang di phk atau pekerja yang tidak diperpanjang kontrak,” ujar David.
DPK APINDO Kabupaten Sukabumi juga saat ini sedang melakukan survey mengenai kapasitas produksi sebelum covid, dibandingkan dengan kondisi saat ini. (Mg9)
