Harga Beras di Bandung Barat Belum Terkendali, Masyarakat dan Pedagang Semakin Resah

Harga Beras di Bandung Barat Belum Terkendali, Masyarakat dan Pedagang Semakin Resah
Pedagang beras di Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Selasa (10/10). (Foto: Jabarekspres)
0 Komentar

Menurutnya, di Bandung Barat saja saat ini terdapat 1.334 hektare lahan persawahan yang mengalami kekeringan. Hal itupun jelas mempengaruhi produksi beras lokal.

“Akibat kekeringan ini, produksi komoditas padi pun perlahan menipis,” kata Lukmanul.

Ia menilai, perlambatan produksi akibat musim kemarau ini menjadi penyebab harga beras di pasaran masih tinggi. Kendati demikian, fokus utaman DPKP ialah menjaga ketahanan pangan di daerah.

Baca Juga:Polemik Pergantian Jabatan Pj Wali Kota Cimahi, Dikdik tetap Hargai Keputusan MendagriTak Berizin dan Langgar Aturan Tata Ruang, Bangunan Resto Burger Belum Dibongkar Pemkot Bandung

“Dampak yang ditimbulkan atas fenomena El Nino bagi pertanian yakni kekeringan, luas tanamnya berkurang, produksi berkurang terutama produksi padi. Akan tetapi DPKP hanya melakukan antisipasi terkait penanganan lahan kekeringan,” bebernya. (Mg5)

0 Komentar