JABAR EKSPRES – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan menyediakan 180 toren air untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pemenuhan air bersih warga di wilayah kekeringan.
Bantuan penyediaan ratusan toren air tersebut melebihi jumlah kebutuhan warga yang melakukan permintaan air ke Pemda Bandung Barat.
Ia menegaskan, bantuan bagi kebutuhan masyarakat tak harus menunggu dari APBD. Apalagi harus sampai menunggu ditetapkan status kekeringan.
Baca Juga:Remaja yang Lakukan Penusukan di Baleendah Adalah Seorang Santri dan Korban BullyingMerasa Tersinggung, Remaja di Baleendah Tusuk Pemilik Warung Hingga Meninggal
“Saya tidak lagi berpikir apa ada atau tidak anggarannya. Jadi saya katakan APBD untuk masyarakat. Kemudian terkait bantuan ini saya dapat dukungan dari Perumda DKI Jakarta dalam penanganan krisis air bersih di Bandung Barat ini,” katanya.
Selain itu, menurut Arsan, Bandung Barat memiliki sumber mata air yang masih terjaga dan mengeluarkan air di musim kemarau ini. Karena itu, pihaknya meminta OPD terkait untuk memanfaatkan sumber mata air tersebut.
“Sumber mata air disini bagus. Jadi yang kami butuhkan hanyalah mesin, pipa, dan toren,” imbuhnya.
“Pertanggal 29 September 2023, kami mendapat 72 RW yang mengajukan permohonan bantuan air bersih, hingga hari ini jumlahnya terus meningkat hingga 128 RW dan ada kemungkinan akan terus bertambah. Namun kita terkendala armada,” katanya.
