JABAR EKSPRES – Suguhan menarik tersaji dalam acara Super Adventure Deep Forest Challenge (DFC) jilid tiga, yang kini tengah diselenggarakan di Kabupaten Garut pada 1 hingga 7 Oktober 2023.
Pasalnya, kegiatan bakti sosial yang dikemas dengan konsep berpetualang dengan menyusuri hutan belantara. Kini bakal mengungkap jalan era kolonial Belanda, yang dulu difungsikan sebagai jalur distribusi hasil Hortikultura ke Batavia.

Bupati Garut, Rudi Gunawan menyebut, reaktivasi JUT di wilayah Cikajang dan sekitarnya bertujuan untuk kembali menghidupkan ekosistem para petani penghasil karet, kopi, coklat yang dulu sempat menjadi eksportir terbaik di wilayah java.
Baca Juga:Kasus Jantung Koroner di Jabar Tinggi, Ketua Yayasan Jantung Indonesia: Patut Jadi Perhatian!KA Feeder Tak Dioperasikan hingga Stasiun Gedebage dan Cimekar, Kenapa?
“Karena hal itu saya minta pak Beni (Kadistan) untuk melakukan pembicaraan dengan expert yang bisa membuka jalur itu kembali” ungkapnya
Pasalnya jalan tersebut telah berada kurang lebih 100 tahun lalu, yang sebelumnya di peruntukkan sebagai jalur perniagaan.
“Jadi kita ingin mengembalikan kejayaan masa lalu tempat itu sebagai jalur stum, makanya ada lembah yang tadinya ada jembatan jadi tidak ada itu nanti harus dibikin,” paparnya
Dalam misi tersebut, DFC 2023 dikemas ke dalam 4 kategori. Pertama yakni DFC Expedition yang melakukan ekspedisi selama 7 hari menggunakan kendaraan 4×4, dengan spesifikasi petualangan extreme long endurance.
Kemudian DFC Super Challange yang memakan waktu selama 3 hari, dengan spesifikasi dibawah DFC Extreme dan jalur yang lebih pendek.
Selain itu terdapat DFC Overland yang hanya fokus menyusuri lembah, gunung, laut dan seluruh potensi wisata yang berada di Garut Selatan.
