Indonesia Pimpin KTT AIS di Bali pada 11 Oktober, Simak Daftar Pemimpin yang Hadir!

JABAR EKSPRES – Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Forum Negara Pulau dan Kepulauan, atau Archipelagic and Island State (AIS), yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Oktober mendatang di Bali.

KTT ini menjadi wadah kerja sama antara negara-negara kepulauan, tidak memandang wilayah, ukuran, dan tingkat pembangunan, untuk bersama-sama mengatasi permasalahan penggunaan sumber daya laut demi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, ketahanan atas perubahan iklim, penanggulangan polusi laut, manajemen darurat, dan peningkatan perikanan berkelanjutan, sebagaimana dilaporkan oleh portal AIS.

Indonesia mengundang 51 negara anggota dan sejumlah organisasi internasional untuk berpartisipasi dalam forum tersebut. Meski demikian, dari undangan tersebut, baru 25 negara yang telah mengkonfirmasi kehadirannya. Menurut Tri Tharyat, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, perwakilan yang sudah pasti hadir termasuk tujuh kepala negara, dua deputi perdana menteri, empat menteri, dirjen, duta besar, dan dua organisasi internasional.

Baca Juga: DPR AS Sahkan RUU Anggaran untuk Hindari Shutdown dalam 45 Hari ke Depan

Berikut adalah daftar tujuh kepala negara yang telah mengonfirmasi kehadiran mereka dalam forum AIS 2023:

  1. Presiden Mikronesia, Wesley Simina, yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia sejak tahun 1991.
  2. Perdana Menteri Madagaskar, Christian Louis Ntsay, yang menjalin hubungan erat dengan Indonesia sejak tahun 1975.
  3. Perdana Menteri Niue, Dalton Tagelagi, yang membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia pada tahun 2019.
  4. Perdana Menteri Papua Nugini, James Marape, yang memiliki hubungan bilateral dengan Indonesia sejak tahun 1973.
  5. Perdana Menteri Sao Tome dan Principe, Patrice Trovoada, yang menjalin hubungan bilateral dengan Indonesia.
  6. Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao, yang aktif membuka ikatan persahabatan dan kerjasama dengan Indonesia.

Pertemuan ini menjadi momen penting untuk memperkuat kerja sama antar negara kepulauan dalam menghadapi tantangan global, serta membangun kemitraan yang berkelanjutan untuk masa depan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan