JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar memiliki program Satu Desa Satu Hafidz (Sadesha). Ribuan hafidz telah lahir dari program tersebut.
Namun ternyata program itu sedikit menyisakan masalah. Yakni terkait honor para pengajar hafidz di desa – desa yang belum terbayar.
Sadesha merupakan salah satu program unggulan Pemprov Jabar. Tujuannya untuk mewujudkan generasi Jabar Qurani.
Baca Juga:Lagi dan Lagi Tebar Janji, Sayaga Wisata Ngaku Desember Hotel BeroperasiMudahkan Masyarakat Belanja di Pasar Tradisional, Disdagin Pasar Informasi Harga Bahan Pokok
Sementara itu, Penjabat Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin juga langsung merespon masukan dari Fraksi PKB itu. Menurutnya, anggaran untuk honor tersebut bakal jadi perhatian. “Ini telah jadi perhatian Pemprov dalam P-APBD 2023. Namun tetap dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah,” katanya. (son)
