Beberapa Fakta dan Informasi Penting Permasalahan Sampah di Bandung, Turun Tangannya Para Akademisi Hingga Langkah Kongkret Pj Gubernur Jabar

JABAR EKSPRES – Masalah lingkungan terkait sampah di Bandung telah menjadi isu yang menarik perhatian luas.

Dalam laporan ini, kami akan memaparkan beberapa fakta dan informasi penting yang berkaitan dengan permasalahan sampah di Bandung yang terus menghantui hingga saat ini.

Permasalahan sampah di wilayah Bandung Raya, yang mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat (KBB), memiliki akar masalah utama pada kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di KBB yang belum beroperasi normal.

TPA ini merupakan tempat penampungan sampah dari keempat wilayah tersebut.

BACA JUGA: 70 TPS di Bandung Masih Overload, 19.034 Ton Sampah Belum Terangkut

Sikap Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin

Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi, dengan tekad kuat berjanji untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Bandung Raya dalam waktu tiga bulan ke depan.

Upaya ini melibatkan langkah konkret, seperti pencarian lokasi Tempat Pengolahan Sampah (TPS) darurat guna mengatasi akumulasi sampah di berbagai wilayah.

Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengingatkan, sudah ada kesepakatan dengan kepala daerah se-Bandung Raya untuk pengangkutan sampah sebanyak 50 persen. Namun, Bey tidak menginginkan pemerintah daerah mencari lahan kosong untuk pembuangan sisanya.

”50 persennya diangkut, lalu sisanya ke mana? Jangan sampai memindahkan masalah. Jangan sampai Pak Wali mencari tempat kosong, kita harus menuntaskan bersama sampah ini,” kata Bey.

BACA JUGA: Masa Darurat Sampah di Bandung Raya akan Diperpanjang?

Akademisi Turun Tangan

Institut Teknologi Bandung (ITB) juga turut ambil bagian dalam penanganan permasalahan sampah ini.

ITB telah menyiapkan enam tim multidisiplin yang akan menjalankan penelitian serta pengembangan teknologi pengolahan sampah yang lebih efisien.

Bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat lewat Dinas Lingkungan Hidup, ITB melakukan assesment untuk mengentaskan permasalahan TPA Sarimukti, yakni berupa thermal camera.

“Thermal camera digunakan untuk melihat berapa temperatur dari tumpukan sampah yang ada. Meskipun sudah tidak ada apinya, tapi kalau tumpukan sampahnya masih panas tetap berpotensi untuk terbakar kembali,” ucapnya dikutip dari rilis di laman resmi ITB, Sabtu, 23 September 2023.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan