Amerika Serikat Ketar-Ketir Karena Ada Potensi Kolaborasi Rusia-Iran di Timur Tengah

Amerika Serikat Ketar-Ketir Karena Ada Potensi Kolaborasi Rusia-Iran di Timur Tengah
Para pejabat militer AS semakin khawatir dengan prospek kolaborasi antara Rusia dan Iran di Timur Tengah, dengan fokus khusus pada kemajuan dalam teknologi pesawat tak berawak dan operasi udara. (Ilustrasi: Wikimedia Commons)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Para pejabat militer AS semakin khawatir dengan prospek kolaborasi antara Rusia dan Iran di Timur Tengah, dengan fokus khusus pada kemajuan dalam teknologi pesawat tak berawak dan operasi udara.

Khususnya, Iran telah menyediakan drone yang dilengkapi bom kepada Rusia, sebuah kemampuan yang secara aktif digunakan Moskow dalam operasinya melawan Ukraina di tengah-tengah konflik yang sedang berlangsung.

“Saya prihatin dengan hubungan yang berkembang antara Rusia dan Iran dan pesawat tak berawak yang dipasok ke Rusia,” ujar Letnan Jenderal Alexus Grynkewich kepada jurnalis dalam konferensi pers di Kedutaan Besar AS di Abu Dhabi, 21 September 2023.

Baca Juga:Gagalnya Negara-Negara Maju dalam Menangani Kerusakan Iklim Sehingga Membahayakan Negara KepulauanBangladesh Ungkap Bakal Terus Memperjuangkan Hak Orang Palestina dari Penjajahan Israel

“Mungkin ada sejumlah kerja sama dan kolusi antara Rusia dan Iran yang terjadi di Suriah. Kita lihat saja ke mana arahnya. Ini adalah sesuatu yang kami amati dengan sangat cermat. Hubungan yang sedang berkembang itu menjadi perhatian militer bagi saya,” kata Grynkewich.

Dalam sebuah pernyataan, Grynkewich menekankan pemantauan yang cermat terhadap hubungan Rusia-Iran oleh Angkatan Udara AS, dan menegaskan bahwa aliansi ini merupakan masalah militer yang penting dan perlu diawasi secara ketat.

Meningkatkan kehadiran militer dan strategisnya di Timur Tengah, terutama di Suriah, di mana Rusia dan Iran mendukung rezim Assad melawan oposisi yang didukung AS, dilansir dari Amwaj.

0 Komentar