JABAR EKSPRES – Presiden Iran Ebrahim Raisi melontarkan tuduhan terhadap Arab Saudi, dengan menuduh pengkhianatan terhadap kepentingan Palestina melalui upaya normalisasi hubungan dengan Israel.
“Inisiasi hubungan antara rezim Zionis dengan negara manapun di kawasan, jika bertujuan untuk memberikan keamanan bagi rezim Zionis, tentu tidak akan berhasil,” kata Raisi dalam sebuah konferensi pers pada Rabu ketika ia menghadiri Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Kami percaya bahwa hubungan antara negara-negara regional dan rezim Zionis akan menjadi tikaman di punggung rakyat Palestina dan perlawanan rakyat Palestina,” katanya.
Baca Juga:Tiongkok Diterpa Tornado Ganas Hingga Menyebabkan 10 Orang Meninggal DuniaHabitat Flora Bunga Rafflesia di Ambang Kepunahan Akibat Ulah Manusia
Tanggapan Iran muncul setelah pengumuman dari pemimpin de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang mengungkapkan dalam sebuah wawancara dengan Fox News bahwa diskusi yang ditengahi oleh Amerika Serikat mengalami kemajuan dalam menormalisasi hubungan dengan Israel.
“Setiap hari kami semakin dekat,” ujar Mohammed bin Salman.
Penting untuk dicatat bahwa hanya sedikit negara Arab yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Mesir dan Yordania adalah pelopor dalam mengakui Israel, dengan meresmikan perjanjian terpisah pada 1979 dan 1991.
Dalam perkembangan signifikan pada 2020 yang dikenal sebagai Perjanjian Abraham, empat negara tambahan menormalkan hubungan mereka dengan Israel.
