SOP kedua yakni sebagai kolektor/runner. Yakni mengumpulkan trashbag yang sudah penuh. Trashbag tersebut disimpan di 26 titik. Untuk selanjutnya didistribusikan sampai masuk ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).
“Konsepnya sama, selain awareness secara langsung, ada juga tim yang menyisir dan memilah sampah sebelum dikumpulkan,” tuturnya.
“Sampah yang sudah dipilah dari organik, anorganik dan sampah residu itu kemudian diangkut menuju gudang penyimpanan milik Jubelo, untuk selanjutnya dipilah lagi untuk meminimalisir pembuangan sampah ke TPA,” tambahnya.
Baca Juga:BERLIN, Serial Spinoff Money Heist Tayang di Netflix pada 29 Desember32 Bulan memimpin Kota Sukabumi di tengah Pandemi, Pemkot Raih 518 Prestasi
Jubelo turut melibatkan generasi muda sebagai jembatan edukasi pemilahan sampah agar mereka bisa menularkan kebaikan ke sesama teman sejawatnya bahwa membuang sampah pada tempatnya itu merupakan hal yang keren dilakukan.
Selain itu, awareness dari media sosial juga dilakukan dengan mengimbau para pengunjung untuk membawa tumbler dan alat makan sendiri. Dengan harapan WJF bisa menjadi event percontohan untuk zero waste/waste less. “Kalaupun terdapat sampah, sampah tersebut telah terpilah dengan baik sehingga dapat meminimalisir penumpukan sampah di TPA,” paparnya. (and)
