Agar Tak Terjadi Lagi Kasus Bayi Tertukar, Kapolres Bogor Minta Pemda Awasi RS

Agar Tak Terjadi Lagi Kasus Bayi Tertukar, Kapolres Bogor Minta Pemda Awasi RS
Agar Tak Terjadi Lagi Kasus Bayi Tertukar, Kapolres Bogor Minta Pemda Awasi RS
0 Komentar

Tawaran RS Sentosa dalam proses mediasi berupa bantuan pengobatan dan beasiswa untuk anak hingga SMA. Namun, S dan D sepakat untuk menolak tawaran tersebut.

“Semua itu sudah dijamin oleh negara. Setiap warga negara wajib memiliki BPJS, kemudian dari SD sampai SMA sudah gratis di (sekolah) negeri,” kata Rusdy.

Pengacara Dian, Binsar Aritonang, mengatakan bahwa kliennya dan S sama-sama menjadi korban kelalaian Rumah Sakit Sentosa.

Baca Juga:Demi Melaju ke Final Hongkong Open 2023, Ini Strategi yang Dilakukan Apri dan Fadia!Trent Alexander Tak Akan Ikut Tanding Membela Liverpool Lawan Wolverhampton, Ini Alasannya!

“Jadi saya pikir kami harus menolak tawaran. Kami akan mengajukan tuntutan pidana dan perdata,” Kata Binsar

Pada Jumat malam (25/8), polisi Bogor mengumumkan hasil tes DNA yang menunjukkan bahwa dua bayi dan orang tua mereka tertukar setelah melahirkan setahun yang lalu di lokasi yang sama, RS. Sentosa (RS), di kawasan Kemang, Bogor.

Kasus ini terungkap ketika pasangan suami istri asal Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Siti Mauliah (37) dan Muhamad Tabrani (52) melapor ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor pada tanggal 10 Agustus 2023.

Siti Mauliah melaporkan bahwa bayinya diduga mengalami perubahan penampilan setelah menjalani operasi caesar di RS Sentosa, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor pada 18 Juli 2022.

0 Komentar