JABAR EKSPRES – Lukman Leong, seorang analis pasar mata uang, memproyeksikan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan tetap stabil namun dengan kecenderungan melemah yang terbatas.
Leong juga menjelaskan bahwa penguatan dolar AS dalam beberapa waktu terakhir sudah mencerminkan antisipasi terhadap data inflasi yang akan dirilis malam ini. Bahkan, dalam sesi terakhir, indeks dolar AS mengalami koreksi karena para investor melakukan aksi ambil untung.
Oleh karena itu, para investor cenderung untuk bersikap “wait and see” sambil mempertimbangkan bahwa data inflasi yang akan datang bisa saja berbeda dari ekspektasi.
Baca Juga:Spain climbs to second place in Group A of the 2023 European Cup QualifiersSpanyol Naik ke Posisi Dua di Grup A Kualifikasi Piala Eropa 2023
Pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya karena para investor menunggu laporan mengenai Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat. Indeks dolar, yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, naik sebesar 0,14 persen menjadi 104,7119 pada akhir perdagangan.
