JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan jajaran pegawai dan aparatur sipil negara harus mengedepankan integritas dan pelayanan kepada masyarakat, ketimbang terjebak dalam korupsi. Integritas dan pelayanan tersebut harganya jauh lebih mahal dan mulia daripada korupsi sesaat.
Seperti diketahui, selama masa pemerintahan Ganjar di Provinsi Jawa Tengah, pria asal Karanganyar tersebut tegas memberantas praktik korupsi di lingkungan birokrasi. Dia mengusung slogan “Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi,” untuk mengingatkan birokrat fokus pada pelayanan, dan bukan memelihara praktik korupsi yang merugikan diri sendiri dan masyarakat.
Atas upaya serius memberantas korupsi tersebut, Ganjar mendapat berbagai penghargaan, di antaranya penghargaan “Anugerah Antikorupsi” yang diberikan oleh Transparency International Indonesia (TII) pada tahun 2022, dan sejumlah penghargaan lainnya, termasuk dari Komisi Pemberantasan Korupsi.
Baca Juga:Sidang Putusan Mario Dandy dan Shane Lukas, Melissa: 12 Tahun MaksimalSerahkan Kujang Pusaka, Kepemimpinan Gubernur Beralih Kepada PJ
Masyarakat Jawa Tengah tentu saja akan mengingat sepak terjang Ganjar selama 10 tahun dalam memberantas korupsi. Dia tidak segan-segan menegur kontraktor, melakukan inpeksi ke sekolah-sekolah, memberantas pungutan liar, demi menegakkan birokrasi yang bersih dan masyarakat maju.
