JABAR EKSPRES – Masih belum padamnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat akibat kebakaran yang terjadi sejak 10 hari lalu membuat beberapa wilayah mengalami penumpukan sampah.
Dan salah satunya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Citaliktik, Soreang, Kabupaten Bandung yang hingga kini banyak sampah yang menumpuk, baik itu dari sampah warga dan sampah yang belum di angkut.
Dalam pantauan Jabar Ekspres, di TPS Citaliktik sendiri kondisi sampah sudah menggunung, dan terlihat puluhan truk pengangkut sampah yang parkir di area tersebut karena tidak bisa mengangkut sampah ke TPA Sarimukti.
Baca Juga:Lebih Banyak Mudharat, Watertank PDAM Tirta Asasta Harus Segera DibongkarPemkot Putuskan Bandung Darurat Sampah!!!
Terlihat juga gunungan sampah tersebut memiliki lebar 20 meter dan panjang sekitar 25 meter. Sedangkan ketinggian sampah sendiri sudah mencapai 9 meter.
Salah satu petugas keamanan di TPS, Insan mengatakan kondisi penumpukan sampah ini sudah terjadi sejak seminggu lalu.
“Sudah hampir seminggu sampah disini, karena kondisi di TPA Sarimukti masih dalam penanganan kebakaran,” ujar Insan saat ditemui, Senin (28/8/2023).
Insan menjelaskan karena terbakarnya TPA Sarimukti hampir semua truk pengangkut sampah semua terhenti di TPS Citaliktik.
Bahkan menurutnya di TPS Citaliktik sendiri hampir ada sekitar 50 truk pengangkut sampah yang parkir di TPS lantaran tidak bisa mengangkut sampah ke TPA.
“Banyak hampir ada sekitar 50 an truk yang terparkir disini karena memang tidak bisa mengangkut kesana,” katanya.
Insan menambahkan untuk kabupaten bandung sendiri saat ini memiliki 100 unit armada truk sampah yang terbagi di beberapa titik.
Baca Juga:Antisipasi Cideranya Vinicius Jr, Formasi 442 Diamond Real Madrid BerubahAnggaran Operasional dan Pemeliharaan Gedung Masjid Al Jabbar Capai Rp35 miliar
“Kalau total armada 100 unit, disini terparkir 50 unit dan 20 unit yang di TPS Jelekong, Baleendah, dan sisanya standby di TPA Sarimukti,” tambahnya.
Dirinya pun melihat jika tumpukan gunung sampah ini baru pertama kali dilihat, lantaran baru sekarang dan kondisi TPA Sarimukti yang terbakar sehingga menimbulkan penumpukan disini.
“Baru pertama kali, biasanya nggak pernah sampai menggunung gini. Kalau normal gak akan sampai segini,” ungkapnya.
