JABAR EKSPRES – Data yang dihimpun dari Riset Kesehatan Dasar telah mengindikasikan tren yang semakin kuat terkait perilaku mager atau kurang gerak di kalangan anak-anak dan remaja usia 10-19 tahun.
Dalam laporan tersebut, Plt Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia yang berasal dari Kementerian Kesehatan, Nida Rohmawati, telah menyampaikan bahwa tren ini dapat diatribusikan pada kemajuan teknologi.
Penyebab utamanya adalah berkembangnya teknologi yang membuat anak-anak lebih cenderung memilih gaya hidup santai.
Baca Juga:Keseruan Vindes Sport Mempersem: Bahkan Voli, Menampilkan Pertandingan Epik antara The Prediksi melawan The ActorsTempat Wisata Sendang Geulis Kahuripan Bandung, Sebuah Oase Tersembunyi yang Mengesankan!
Dulu, mereka cenderung terlibat dalam berbagai aktivitas fisik seperti bermain di luar rumah atau olahraga.
Namun, dengan adanya kemajuan teknologi, sebagian pekerjaan dan hiburan yang dulu memerlukan upaya fisik kini dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat berkat alat-alat canggih.
Berdasarkan riset tersebut, anak-anak usia 10-14 tahun menjadi sorotan utama. Hanya 35,6 persen dari kelompok ini yang memiliki aktivitas fisik yang memadai.
Sementara itu, angka yang mengkhawatirkan adalah bahwa 64,4 persen sisanya cenderung memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah.
