Amerika Serikat Sentil Rusia dan Tiongkok Karena Dianggap Menyimpang dari Prinsip Dewan Keamanan PBB

Amerika Serikat Sentil Rusia dan Tiongkok Karena Dianggap Menyimpang dari Prinsip Dewan Keamanan PBB
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Foto: Rawpixel)
0 Komentar

JABAR EKSPRESAmerika Serikat dengan tegas menuduh Tiongkok dan Rusia melakukan penghalangan terhadap upaya Dewan Keamanan PBB dalam merumuskan tanggapan terpadu terhadap serangkaian peluncuran rudal yang dilakukan oleh Korea Utara.

Langkah ini termasuk uji coba terbaru Pyongyang untuk menempatkan satelit di luar angkasa, meskipun banyak pihak menganggap satelit tersebut memiliki tujuan sebagai alat mata-mata.

Dalam suatu pertemuan darurat yang diadakan oleh Dewan Keamanan PBB, 13 dari total 15 anggota, yang meliputi hampir seluruh anggota dewan, dengan tegas mengutuk tindakan Pyongyang dalam melakukan uji coba peluncuran rudal balistik.

Baca Juga:Rusia Sebut Tudingan Barat Mengenai Pembunuhan Prigozhin Adalah Kebohongan BelakaPresiden Jokowi Tanggapi Usulan Pembubaran KPK yang Diajukan oleh Megawati

Uji coba peluncuran kedua yang dilakukan oleh Pyongyang dalam rentang waktu tiga bulan terakhir menunjukkan peningkatan kemampuan teknologi rudal balistik mereka.

Meskipun demikian, langkah ini mendapat kecaman luas dari komunitas internasional yang semakin khawatir dengan potensi ancaman dari rezim yang dikenal dengan tindakan provokatifnya.

Tindakan Tiongkok dan Rusia untuk tidak ikut serta dalam pengutukan ini mengundang kritik tajam dari berbagai pihak.

“Ancaman nuklir DPRK semakin meningkat, dan Rusia serta Tiongkok tidak memenuhi tanggung jawab mereka untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional,” tambahnya, menggunakan inisial Republik Demokratik Rakyat Korea, nama resmi Korea Utara, dikutip oleh JabarEkspres.com dari TRT World.

0 Komentar