Mengenal Gempa Swarm, Fenomena Gempa Beruntun yang Menarik Perhatian

JABAR EKSPRES- Gempa bumi adalah peristiwa alam yang seringkali mendapatkan perhatian karena dampaknya yang dapat merusak dan mengganggu kehidupan manusia. Namun, selain gempa bumi tunggal, ada fenomena lain yang menarik perhatian para ilmuwan dan ahli seismologi, yaitu gempa swarm atau gempa beruntun.

Fenomena ini melibatkan serangkaian gempa bumi kecil yang terjadi di area yang sama dalam waktu yang relatif singkat. Mari kita mengenal lebih dalam tentang gempa swarm dan apa yang membuatnya unik.

BACA JUGA : BMKG: Krisis Pangan 2050, Manusia Tidak Bisa Lagi Makan

Apa itu Gempa Swarm?

Gempa swarm, atau sering juga disebut gempa beruntun, terjadi ketika sejumlah gempa bumi kecil yang terkait secara spasial dan temporal terjadi dalam periode waktu yang singkat di wilayah yang sama.

Gempa-gempa tersebut biasanya memiliki magnitudo yang relatif rendah, sehingga tidak terasa oleh manusia atau hanya terasa sebagai getaran ringan. Meskipun demikian, keberadaan gempa swarm bisa menjadi tanda adanya aktivitas seismik yang tidak biasa dan menjadi perhatian para ahli.

Karakteristik Gempa Swarm

1. Waktu dan Tempat

Gempa swarm biasanya terjadi dalam waktu yang relatif singkat, berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Lokasi gempa-gempa tersebut sangat dekat secara spasial, menandakan adanya hubungan antara aktivitas gempa tersebut.

2. Magnitudo Rendah

Gempa-gempa dalam swarm umumnya memiliki magnitudo yang rendah, biasanya di bawah 4.0 pada skala Richter. Ini adalah salah satu alasan mengapa gempa-gempa ini seringkali tidak terasa oleh manusia.

3. Polanya Bervariasi

Pola aktivitas gempa swarm bisa bervariasi. Beberapa gempa swarm dapat mengalami peningkatan intensitas sebelum mereda, sementara yang lain bisa memiliki tingkat kegiatan yang konstan.

Penyebab Gempa Swarm

Penyebab gempa swarm masih menjadi objek penelitian dan belum sepenuhnya dipahami. Beberapa faktor yang dapat memicu fenomena ini meliputi:

– Penyusunan Tektonik

Aktivitas tektonik di dalam kerak bumi, seperti pergerakan lempeng tektonik, bisa memicu tekanan dan peregangan pada batuan di dalam kerak, yang pada gilirannya menyebabkan serangkaian gempa beruntun.

– Sistem Gunung Berapi

Aktivitas magma di bawah permukaan dapat mempengaruhi batuan di sekitarnya dan menyebabkan gempa beruntun.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan