JABAR EKSPRES – Asap kebakaran sampah di TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih menyelimuti pemukiman warga yang ada di sekitarnya. Pasalnya, hingga hari ke lima, api yang terus meluas belum bisa dipadamkan hingga Rabu 23 Agustus 2023.
Seperti diketahui, kepulan asap imbas dari kebakaran TPA Sarimukti menerjang ratusan di 6 RW, yakni RW 2, 3, 4, 5, 13, dan 15.
Selain itu, jarak pemukiman warga dengan lokasi kebakaran TPA Sarimukti sekitar 3 kilometer. Paparan asap terasa hingga rumah warga lantaran luasnya area sampah yang terbakar ditambah angin kencang.
Baca Juga:Digagas Kepolisian Jawa Barat, 42 Ribu Pohon Ditanam demi Lestarikan LingkunganFasum dan Fasos Taman Bermain di Rancaekek Bandung Rusak, Camat Akui Belum Lakukan Usulan Perbaikan
“Jarak pandang jadi berkurang, ada juga warga ke rumah saudara yang engga terpapar asap, karena sulit bernafas disini dan mata pun perih,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sarimukti, Uci Suwanda mengatakan, pekatnya asap bukan saja menerjang Desa Sarimukti tapi juga Desa Mandalasari dan Rajamandalakulon.
“Asapnya makin pekat dan luas. Kalau kemarin hanya 6 RW sekarang sudah kena ke seluruh wilayah di 15 RW. Bahkan saya lihat sampai ke desa tetangga Ramandala dan Mandalasari,” katanya.
“Memang gak ada yang sampai masuk ke rumah sakit. Tapi laporan ke sana dampak langsungnya sesak dan sakit tenggorokan,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi dampak negatif dari serangan asap, Pemdes Sarimukti mengimbau para balita tak keluar rumah dan kewajiban seluruh masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas.
“Kita wajibkan seluruh warga pakai masker saat beraktivitas. Terus balita dan anak jangan dulu keluar rumah,” katanya.
Warga meminta upaya penanganan dilakukan secara serius agar masyarakat tak berlarut-larut kena asap. Mereka khawatir makin lama kena imbas asap, dampak negatif terhadap kesehatan akan meluas.
Baca Juga:Pasca Kebakaran TPA Sarimukti, Pemda Bandung Barat akan Tetapkan Status Darurat BencanaPasokkan Masih Aman, Warga Diminta Hemat Menggunakan Air
“Saya harap pengelola TPA dan Pemprov Jabar serius menangani kebakaran. Kami takut warga kena dampak negatif kesehatan. Karena ini yang terbakar sampah,” tandasnya. (Mg5)
