JABAR EKSPRES – Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), Luis Rubiales telah menghadapi kontroversi besar. Presiden RFEF minta maaf setelah terlibat dalam serangkaian peristiwa yang merusak momen penting Piala Dunia Wanita 2023.
Kejadian ini telah mengguncang dunia sepak bola dan menciptakan gelombang kecaman yang kuat terhadap tindakan-tindakannya sampai Presiden RFEF ini harus meminta maaf.
Presiden RFEF Rubiales meminta maaf, seharusnya ia menjadi sosok yang menginspirasi dan mendukung atlet-atletnya, malah terjebak dalam perilaku yang melecehkan pemain Spanyol, JH.
Baca Juga:Cristiano Ronaldo Buka Gaya Baru Pakai Gamis Putih di Arab SaudiFerry Irawan Bebas dari Penjara, Begini Reaksi Bertemu Venna Melinda
Saat merayakan kemenangan timnya di tribun, Rubiales terlihat tidak mengontrol diri dan bahkan melakukan gerakan tidak senonoh dengan memegang kemaluannya sambil mengarahkan telunjuknya ke depan.
Parahnya lagi, tindakan ini terjadi di dekat Ratu Spanyol, Letizia, menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap acara yang seharusnya solennel dan bersejarah.
Akibat dari semua ini, Rubiales akhirnya mengakui kesalahannya setelah mendapat tekanan dari berbagai pihak.
Dalam sebuah pernyataan kepada ABCNet, Rubiales meminta maaf atas perilaku kontroversialnya yang telah menciptakan kegemparan di seluruh Spanyol.
Namun, permintaan maaf ini tidak sepenuhnya menghapus dampak dari skandal ini. Karena tindakannya telah memicu kemarahan dan kritik keras, termasuk dari pemerintah Spanyol.
Menteri Budaya dan Olahraga Spanyol, Miquel Iceta, telah mengecam tindakan Rubiales dan menuntut klarifikasi lebih lanjut dari presiden RFEF ini.
