4 BUMD Minta Tambahan Modal pada APBD Perubahan 2023

Biro BUMD, Investasi dan Administrasi Pembangunan (BIA) Pemprov Jabar kembali mengusulkan penyertaan modal terhadap 4 perusahaan
Biro BUMD, Investasi dan Administrasi Pembangunan (BIA) Pemprov Jabar kembali mengusulkan penyertaan modal terhadap 4 perusahaan
0 Komentar

JABAREKSPRES – Biro BUMD, Investasi dan Administrasi Pembangunan (BIA) Pemprov Jabar kembali mengusulkan penyertaan modal terhadap 4 perusahaan BUMD yang selama ini belum begitu signifikan dalam memberikan kontribusi.

Kepala Biro BUMD, Investasi dan Administrasi Pembangunan (BIA) Pemprov Jabar Lusi Lesminingwati mengatakan, usulan penyertaan modal ini diharpkan bisa terealisasi pada anggaran perubahan APBD 2023 atau 2024.

Adapun untuk rincian penyertaan modal yang diusulkan di antaranya Bank Intan Jawa Barat (BIJ) Rp 7 miliar.

Baca Juga:Kontras dengan Nasib Rakyat Sorong, Mosso Rayakan Ulang Tahun Anak Secara Mewah Trade Finance BRI Tembus Rp 341 Triliun pada Juli 2023

PT Migas Utama Jabar (MUJ) sebesar Rp 30 miliar. PT Agro Jabar diusulkan penyertaan modal sekitar Rp 20 miliar.

Sedangkan untuk Jasa Sarana, Lusi tidak bisa menyebutkan dengan alasan harus cek data dulu.

‘’Untuk PT Jasa Sarana nanti kita perlu kami cek dulu,” ujar Lusi ketika ditemui beberapa waktu lalu.

Menurutnya, usulan penyertaan modal diperuntukan sebagai pemngembangan perusahaan BUMD sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Penyertaan modal ini diperuntukan pengembangan perusahaan sesuai bidang usaha masing – masing.

Berdasarkan informasi sebelumnnya pada anggaran 2022, Pemprov Jabar juga telah menyuntikkan tambahan penyertaan modal ke sejumlah BUMD.

Beberapa BUMD yang mendapat suntikan modal di antaranya PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) Rp 402 miliar. Selain itu  PT Tirta Gemah Ripah Rp 22 miliar.

Baca Juga:BRI Gelar BRILian Independence Week 2023 untuk MasyarakatPerindo Targetkan Suara Pemilu 2024 di Jawa Barat Dua Digit

PT Jasa Sarana juga pernah mendapat modal pada 2022 lalu sebesar Rp 60 miliar.

Sedangkan BUMD yang bergerak di bidang pengelolaan kepariwisataan dapat jatah penambahan modal sebesar PD Jasa dan Kepariwisataan Rp 14,1 miliar.

Kemudian PT Jamkrida Jabar yang bergerak di bidang pembiayaan proyek juga dapat kucuran dana segar sebesar Rp 50 miliar.

Sedangkan perusahaan yang bergerak di bidang Pangan dan Agrobisnis, PT Agro Jabar disuntik Rp 12,9 miliar.

Untuk diketahui keberadaan perusahaan milik Pemprov Jawa Barat tersebut sedang menjadi sorotan kalangan anggota dewan. Sebab, selama kepemimpinan Ridwan Kamil hanya dua BUMD dari 41 perusahaan yang sudah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). (son/yan).

0 Komentar