Upaya kolaboratif antara lembaga penegak hukum Korea Selatan dan militer Amerika Serikat telah menghasilkan temuan yang signifikan.
Dalam investigasi bersama, pihak berwenang menemukan bukti kuat yang menghubungkan alamat IP upaya peretasan dengan sumber yang diketahui.
Hebatnya, alamat IP ini sebelumnya telah diidentifikasi dalam serangan dunia maya yang menargetkan operator reaktor nuklir Korea Selatan pada tahun 2014.
Baca Juga:Rusia Kembali Menghadang Serangan Drone Milik Ukraina, Sebabkan Kepulan Asap Besar!Mahasiswa S2 IPB Meninggal di Laboratorium Ketika Sedang Melakukan Penelitian Akibat Luka Bakar
Sementara negara ini terus menolak klaim atas kesalahan sibernya, rincian rumit yang muncul dari penyelidikan yang sedang berlangsung menggarisbawahi perlunya perhatian internasional yang lebih besar pada masalah yang mendesak ini.
Penggunaan teknik spear-phishing oleh kelompok peretas Kimsuky yang berulang kali dan kecocokan alamat IP yang meyakinkan membangkitkan kekhawatiran tentang sejauh mana peran Korea Utara dalam ranah perang siber yang terus berkembang.*** (bbs)
