Sebelumnya, AS juga memberlakukan sanksi terhadap beberapa entitas yang dituduh terlibat dalam kesepakatan senjata antara Korea Utara dan Rusia. Pyongyang dan Moskow membantah adanya transaksi senjata.
Kementerian luar negeri Korea Selatan menyambut baik langkah AS tersebut dan berencana untuk meninjau sanksi lebih lanjut terhadap Korea Utara dalam upaya mencegah pembuatan dan perdagangan senjata ilegal.
Korea Utara mengutuk sanksi tersebut, menyatakan bahwa setiap negara anggota PBB harus segera menghentikan kerja sama militer dengan mereka, termasuk dalam transaksi senjata ilegal, yang dianggap dapat mengancam perdamaian dan stabilitas dunia.
