JABAR EKSPRES – Gula darah tinggi atau juga dikenal sebagai diabetes, adalah kondisi kronis yang mempengaruhi cara tubuh mengelola gula darah.
Kondisi ini membuat proses buang air besar menjadi tidak nyaman dan bahkan menyakitkan.
- Perubahan Frekuensi Buang Air Besar
Gejala umum gula darah tinggi adalah perubahan dalam frekuensi buang air besar. Beberapa penderita mungkin mengalami peningkatan frekuensi BAB, sedangkan yang lain bisa mengalami penurunan.
Baca Juga:10 Tips Ampuh Cara Menyembuhkan Batuk dengan Cepat!Nonton Sekarang! Jadwal Film Meg 2: The Trench Hari Rabu, 16 Agustus 2023 di CGV Jakarta
Kedua kondisi ini dapat menjadi tanda bahwa kadar gula darah tidak terkendali dan mempengaruhi kesehatan usus.
- Ketidaknyamanan Abdominal
Gula darah tinggi dapat menyebabkan ketidaknyamanan di area perut, terutama saat proses buang air besar.
Penderita mungkin merasakan sensasi perut kembung, nyeri, atau bahkan kram saat berusaha buang air besar. Gejala ini dapat membuat pengalaman buang air besar menjadi tidak menyenangkan.
- Penurunan Sensasi
Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak saraf dalam jangka panjang, yang dikenal sebagai neuropati.
Ketika neuropati mempengaruhi area sekitar usus, penderita mungkin mengalami penurunan sensasi saat BAB.
Hal ini dapat menyebabkan sulitnya merasakan kapan waktu yang tepat untuk buang air besar, yang pada gilirannya mempengaruhi fungsi usus secara keseluruhan.
- Peradangan pada Jaringan Usus
Gula darah tinggi dapat menyebabkan peradangan kronis dalam tubuh. Peradangan ini juga dapat mempengaruhi jaringan di sekitar usus, mengganggu fungsi normal dan kenyamanan selama buang air besar.
