Pemkab Bekasi Manfaatkan Maggot dalam Pengelolaan Sampah Organik

Ilustrasi: Penggunaan maggot dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi.
Ilustrasi: Penggunaan maggot dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi. (Foto: Pemkab Bekasi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Program Sistem Pengolahan Sampah di Hulu Metode Maggot atau Hermatia (Stample Setia) merupakan salah satu inovasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi dalam pengolahan sampah.

Program Sistem Pengolahan Sampah di Hulu Metode Maggot atau Hermatia (Stample Setia) akan diluncurkan oleh Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan, pada Selasa (15/8). Lokasi peluncurannya akan dilaksanakan di empat tempat, yakni TPS 3R Komplek Pemda Bekasi, UPTD Pasar Babelan, SMPN 2 Cikarang Pusat, dan Kantor Kecamatan Bojongmangu.

Inovasi ini nantinya akan dilaksanakan di semua lini pada area Pemerintahan Kabupaten Bekasi. Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA Burangkeng.

Baca Juga:IBH Naik di Pilkada Kota Depok, 3 Nama Ini Bakal DampingiStrategi Pemkot Bandung untuk Antisipasi Kebutuhan Air Bersih Selama Musim Kemarau

Selain meluncurkan Program Stample Setia, Dani Ramdan selaku Pj Bupati Bekasi akan menyerahkan penghargaan kepada para inisiator pilot projek pengelolaan sampah organik dengan memanfaatkan metode Maggot atau Hermatia.

Maggot BSF (Black Soldier Fly) atau belatung merupakan larva dari Black soldier Fly dengan nama latin Hermatica illucens. Hewan ini sendiri berfungsi untuk mengurai beragam sampah organik seperti buah dan sayur. Dalam hal ini, belatung mampu mengurai sampah-sampah tersebut dengan cepat.

Dalam 24 jam, Maggot BSF dapat menguraikan sampah organik sebanyak 5 kilogram. Hewan ini mampu memakan sampah organik sebanyak 2 hingga 5 kali berat badan yang dimilikinya. Hal ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara pengurangan sampah yang dikirim ke TPA Burangkeng. (*)

0 Komentar