Mau Coba Diet One Meal A Day Lagi Viral di TikTok, Simak Dulu Penjelasannya di Sini!

Mau Coba Diet One Meal A Day Lagi Viral di TikTok, Simak Dulu Penjelasannya di Sini!
Mau Coba Diet One Meal A Day Lagi Viral di TikTok, Simak Dulu Penjelasannya di Sini!
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Diet One Meal A Day sebenarnya bukanlah ide baru dalam dunia diet, tetapi baru-baru ini tren pola makan ini kembali menyebar melalui TikTok.

Banyak yang mengklaim berhasil menurunkan berat badan setelah mengadopsi pola makan ini. Namun, seperti halnya dengan tren-tren media sosial lainnya, pendekatan ini tidak bisa dianut sembarangan.

Sebelum memutuskan, penting untuk benar-benar memahami konsep diet One Meal A Day, memahami manfaat dan risikonya, bahkan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika perlu.

Baca Juga:Viral Ibu Meninggalkan Bayinya di Halte dengan Sepucuk Surat, Ini PenyebabnyaViral Seorang Perempuan Mencari Orang Tua Kandungnya di TikTok, Kisahnya Bikin Sedih

Faktanya, efek dari pendekatan pola makan ini dapat berbeda-beda pada setiap individu.

Dikenal juga dengan sebutan diet satu kali makan sehari, yang juga merupakan variasi ekstrim dari metode intermittent, pola makan ini diklaim dapat membantu mengurangi berat badan dan lemak dalam tubuh.

Namun, wajib diingat bahwa pola makan ini dapat memicu perasaan lapar dan keinginan makan yang tinggi.

Penting juga untuk diingat bahwa “tidak semua orang cocok” dengan pendekatan ini, demikian diungkapkan oleh beberapa sumber.

Dalam pola makan ini, seseorang hanya diperbolehkan untuk makan sekali dalam sehari, dan biasanya pada malam hari.

Pada siang hari, mereka tidak mengonsumsi kalori apapun. Sejumlah keuntungan yang ditawarkan termasuk tidak adanya larangan makanan tertentu dan tidak perlu menghitung kalori.

Namun, meskipun konsep ini mungkin menawarkan solusi cepat dalam penurunan berat badan untuk beberapa individu, potensi risikonya cenderung lebih besar daripada manfaatnya.

Baca Juga:Viral di Medsos Kekurangan Elektrolit Bikin Sulit Berjalan, Simak Penjelasannya di Sini!Video Viral Dadang Darmuji Ngajar Bahasa Inggris di TikTok Pakai Kaca Spion, Begini Ceritanya

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pendekatan ini menerapkan jenis puasa intermittent yang disebut 23:1.

Artinya, seseorang berpuasa selama 23 jam dalam sehari dan hanya memiliki satu jam untuk mengonsumsi kalori.

Umumnya, mereka yang mengikuti pola makan ini makan saat makan malam, dan kemudian melanjutkan puasa hingga malam hari berikutnya.

0 Komentar